Minggu, 12 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

RHK Selasa 5 April 2022

RENUNGAN HARIAN KELUARGA Markus 15:3-5 - Diam Bukan Berarti Kalah

Apa kabar hari ini, keluargaku terkasih? Bersyukur karena Tuhan Yesus pe sayang pa torang nyanda abis-abis.

Editor: Aswin_Lumintang
Istimewa/https://triaskun.id/ via Wartakotalive
Ponsius Pilatus cuci tangan, melepaskan tanggung jawab akan nasib Yesus 

Markus 15:3-5
"Lalu imam-imam kepala mengajukan banyak tuduhan terhadap Dia.
Pilatus bertanya pula kepada-Nya, katanya: "Tidakkah Engkau memberi jawab? Lihatlah betapa banyaknya tuduhan mereka terhadap Engkau!"
Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawab lagi, sehingga Pilatus merasa heran."
----------------------------------------------

Ilustrasi Renungan
Ilustrasi Renungan (internet)

TRIBUNMANADO.CO.ID - Apa kabar hari ini, keluargaku terkasih? Bersyukur karena Tuhan Yesus pe sayang pa torang nyanda abis-abis. Hari ini, kita berbahagia sebab dapat beribadah kepada Tuhan dan bagian Alkitab yang kita baca menunjukkan bagaimana Tuhan Yesus dalam diam, tapi dengan percaya diri dan penuh kesabaran, menyatakan otoritas ke-Ilahi-anNya dihadapan penguasa pemerintah Roma dan para imam kepala yang hadir dalam sidang pengadilan.

Walaupun Yesus tidak lagi bersuara ketika imam-imam kepala membombardir Dia dengan berbagai tuduhan dan desakan Pilatus bagi-Nya untuk membela diri, tetapi kuasa kehadiran Yesus menimbulkan ketakjuban bagi penguasa Roma dan mereka yang hadir. Pilatus merasa aneh, sebab apapun tuduhan dan pertanyaan yang disampaikan kepada Yesus, tidak ada satupun yang diresponi dengan bersuara.

Baca juga: Gempa Magnitudo 6.0 Selasa 5 April 2022, Guncangan Berpusat di Laut, Ini Lokasinya

Baca juga: Partai Gerindra Siap Berikan Anggota DPR Terbaik Untuk Rakyat

Keputusan telah diambil Yesus, yaitu diam, tanpa suara, tapi Roh-Nya bergumul dalam ke-Tuhan-an-Nya, bahwa status keIlahi-an-Nya dapat saja membuat Dia membebaskan diri sebagai terdakwa, tetapi Yesus menunjukkan sikap ketaatan yang paripurna terhadap Bapa, yaitu tetap setia menanggung penderitaan.

Yesus tidak membalas perilaku kejahatan yang dilakukan para pemimpin pemerintahan dan pemimpin agama terhadap-Nya. Walau dihina, dicemooh dan didakwa tanpa alasan yang benar, Yesus tidak berusaha membela diri. Dia diam seribu bahasa, hingga suara kebenaran menjadi senyap. Diam bukan berarti kalah, sebab diam dalam kebenaran, kuasa Tuhan terus bekerja dan kebenaran akan selalu mencari jalan utuk mengungkapkan dirinya.

Keluargaku terkasih, kalau ada orang yang menghina, meremehkan dan tidak menghargai kita, janganlah kita memberontak dan membenarkan diri. Walaupun kita pilih ntuk diam, tetaplah berdoa, fokuskan hati dan pikiran kita kepada Tuhan Yesus Kristus. Diam tidak berarti kalah, tetapi dalam diam demi kebenaran, kuasa Allah menjadi sempurna untuk membenarkan orang yang hidup dalam kebenaran. Amin.

Doa: Tuhan Yesus, Sang Kebenaran Abadi, kalau kami disiasiakan karena kebenaran, tolong kami untuk tidak memberontak, tetapi tetap diam dan terus berdoa, supaya engkau memampukan kami untuk menyuarakan dan hidup dalam kebenaran. Amin.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved