Selasa, 7 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

RHK Selasa 5 April 2022

BACAAN ALKITAB Markus 15:3-5 - Menjawab dengan Tidak Menjawab

Yesus memilih menjawab pertanyaan dengan tidak menjawab. Hal itu dilakukan-Nya ketika Dia diserang dengan berbagai tuduhan palsu bertubi-tubi.

Editor: Aswin_Lumintang
WWW.THOUGHTCO.COM
Renungan 

  Markus 15:3-5
TRIBUNMANADO.CO.ID - Yesus memilih menjawab pertanyaan dengan tidak menjawab. Hal itu dilakukan-Nya ketika Dia diserang dengan berbagai tuduhan palsu bertubi-tubi. Semula, ketika Pilatus masih bertanya tentang statusnya sebagai Raja, Dia masih menjawab dengan membalikkan pertanyaan Pilatus sebagai pernyataan dalam bahasa yang sederhana.

Tetapi ketika suasana semakin ribut dan tak terkendali, serta tuduhan para imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua Yahudi membabi buta dengan segala pertanyaan yang tidak benar, tidak masuk akal karena mengada-ada dan semuanya palsu, maka Yesus memilih menjawab semua pertanyaan dan tuduhan palsu mereka dengan tidak menjawab.

ilustrasi
ilustrasi ()

Ketika Pilatus mengajukan pertanyaan lagi tentang apa yang dipertanyakan massa yang sudah beringas pada waktu itu, Yesus diam dan tak berkata sepata katapun. Sebab Dia tahu, apapun yang dikatakan-Nya pasti salah. Sebab itu hanya akan lebih menyulut emosi dan amarah yang tidak terkendali dari massa yang beringas.

Pilatuspun merasa heran dengan sikap Yesus. Dia tahu bahwa semua tuduhan para imam, ahli-ahli Taurat, tua-tua Yahudi dan massa itu adalah tidak benar karena tidak dapat dibuktikan sedikitpun. Dalam pandangan Pilatus, Yesus harusnya membela diri dari semua kesaksian palsu itu.

Demikian firman Tuhan hari ini.
  "Lalu imam-imam kepala mengajukan banyak tuduhan terhadap Dia.
   Pilatus bertanya pula kepada-Nya, katanya: "Tidakkah Engkau memberi jawab? Lihatlah betapa banyaknya tuduhan mereka terhadap Engkau!"
   Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawab lagi, sehingga Pilatus merasa heran." (ay 3-5)_

Banyak tuduhan yang semuanya palsu, tidak direspons oleh Yesus
Mengapa? Karena situasi dan kondisi waktu itu sudah tidak memungkinkan. Massa yang sudah beringas, hanya memiliki satu tujuan dan keinginan, yakni Yesus mati. Sehingga apapun jawaban Yesus terhadap pertanyaan mereka, tidak akan memengaruhi niat jahat mereka yakni bahwa Yesus harus disaliblan dan dihukum mati.

Baik atau tidak baik, benar atau tidak benar jawaban Yesus, pasti salah. Jika baik dan benar, pasti akan dipelintir menjadi alasan untuk menghukum mati Dia. Jadi sudah ada stigma (anggapan semua salah) terhadap apapun yang dikatakan atau dilakukan oleh Yesus. Mereka hanya mencari-cari alasan untuk membenarkan prilaku jahat mereka terhadap Yesus yang maha baik untuk menyalibkan-Nya.

Pilatus yang mencoba meyakinkan Yesus untuk memberi jawab terhadap begitu banyak tuduhan palsu mereka, tidak mampu membujuk Yesus. Padahal dia tahu bahwa Yesus jelas-jelas tidak melakukan sedikitpun kesalahan yang setimpal dengan hukuman mati. Karena dia tahu Yesus adalah Orang benar.

Pilatus jadi heran dan tak mampu berbuat apapun, meski sebenarnya dia sudah punya dasar untuk membebaskan Yesus karena tuduhan mereka yang tidak terbukti.

Sahabat Kristus, itulah Yesus Tuhan kita. Dia Orang benar. Dia tidak melakukan sesuatu dosa, sekecil apapun juga. Dia tidak pernah berbuat jahat secuilpun. Segapa sesuatu yang Dia kerjakan, katakan dan lakukan, baik adanya. Bahkan amat sangat baik. Sebab selain mengajar tentang kebenaran dan kasih secara sempurna, Dia telah menolong banyak orang melalui mujizat yang dahsyat dan ajaib. Tapi semuanya itu tidak memengaruhi massa yang sudah tidak terkendali karena emosi yang tidak berdasar.

Yesus menjawab dengan tidak menjawab. Meski Dia sangat menderita oleh kebaikan dan kebenaran-Nya. Dia dihukum oleh kedegilan manusia. Iri hati dan dengki adalah alasan untuk menyalibkan dan membunuh Dia. Dia tertikam tersiksa dan akhirnya mati tersalib secara mengenaskan.

Dia terima semuanya itu hanya untuk kita. Karena sayang dan cinta-Nya akan kita, Dia rela menerima semuanya itu. Apakah balasamu terhadap pengorbanan-Nya?

Sebagai keluarga dan jemaat yang sudah ditebus-Nya sudahkah kita menjawab pengorbanan Yesus dengan hidup berkenan kepada-Nya, setia dan taat melakukan firman-Nya? Atau kita masih mengorbankan dan menyalibkan Yesus lagi dengan cara hidup kita yang terus menyakiti hati-Nya?

Bertobatlah, dan berilah hidup-Mu sebagai hamba yang setia kepada-Nya dan terus melakukan firman-Nya dan melayani Kristus dengan sepenuh hati.

Introspeksi dirilah di minggu sengsara ini. Hayatilah pengorbanan Yesus dengan terus hidup semakin berkenan kepada-Nya dan erat melekat dalam gendungan kuasa kasih-Nya yang ajaib. Niscaya kita dan keluarga selalu dilindungi dan diberkati-Nya dalam segala hal. Amin

DOA: Tuhan Yesus, ajarlah kami selalu hidup berkenan kepada-Mu dan terus menyenangkan hati-Mu serta menjauhi yang jahat. Berkatilah kami selalu. Amin

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved