Breaking News
Selasa, 12 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Minut

Dinkes Minut Terus Lakukan Pencegahan Penanggulangan Stunting

Kasus stunting yang baru berjalan tiga bulan di tahun 2022 hampir melewati angka sepanjang tahun 2021.

Tayang:
Penulis: Fistel Mukuan | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Fistel Mukuan
Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Minut dr Stella Safitri 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Angka stunting di Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara (Sulut) tahun 2022 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Kasus stunting yang baru berjalan tiga bulan di tahun 2022 hampir melewati angka sepanjang tahun 2021.

Untuk mencegah terus bertambahnya angka stunting, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Minut melakukan beberapa program pencegahan.

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Minut dr Stella Safitri kepada tribunmanado.co.id pada Senin (4/4/2022) sampaikan data yang ada di Dinkes.

Menurutnya, pada tahun 2022 sejak Januari hingga Maret ada 288 balita stunting, yang terbagi di 11 puskesmas dari 10 kecamatan.

Berikut jumlah balita stunting di 11 puskesmas di Minut, puskesmas Kema 26, Kauditan 14, Airmadidi 9, Kolongan 29, Talawaan 31, Tatelu 28, Batu 4, Likupang 40, Mubune 36, Wori 50 dan Tinongko 24 orang.

Dibanding sepanjang tahun 2021 jumlah total 290 balita yang stunting terbagi di 11 puskesmas di Minahasa Utara.

Puskesmas Kema 27, Kauditan 11, Airmadidi 13, Kolongan 33, Talawaan 31, Tatelu 22, Batu 8, Likupang 13, Mubune 47, Wori 54 dan Tinongko 31 orang.

"Dari data tahun 2021 ada anak yang sudah lulus, tapi masih ada yang masih masuk stunting di tahun 2022," ucap Kadis.

Salah satu Kadis perempuan di Minut ini menyampaikan dari Dinas Kesehatan terus melakukan program pencegahan penanggulangan stunting yang terbagi empat.

"Intervensi ibu hamil, intervensi ibu menyusui dan balita 1-23 bulan, intervensi balita 24-59 bulan dan intervensi remaja putri," ucap Kadis.

Dikatakannya, dari keempat intervensi tersebut yang dilakukan untuk pencegahan diantaranya pemberian  makanan bagi ibu hamil KEK dan ibu hamil kurang mampu, pemberian suplementasi tablet tambah darah dan pemeriksaan kehamilan.

"Kemudian pelaksanaan promosi dan konseling PMBA, pemberian makanan tambahan pemulihan bagi balita kurus, pemantauan dan pertumbuhan balita," ungkapnya.

Selain itu Kadis katakan, ada juga emberian kapsul vitamin A dan Zinc untuk pengobatan diare serta pencegahan cacingan dan tata laksana gizi buruk.

"Dinkes terus melakukan yang terbaik untuk mencegah adanya pertambahan stunting di Minut," tutupnya. (fis)

Scan Qris BRImo Dapatkan Promo Special di Bazaar Takjil Ramadhan itCenter

Peran Aktif Babinsa Tumbuhkan Semangat Gotong Royong di Desa Bunga Lawang Sangihe

Kenalkan Laeeb, Maskot Piala Dunia 2022 Qatar yang Dikenalkan FIFA

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved