Berita Nasional

Razia Jelang Bulan Suci Ramadhan, Wanita 50 Tahun di Siantar Kepergok Bermain dengan Brondong

Dinas Sosial Pematangsiantar melakukan razia gabungan untuk memerangi penyakit masyarakat menjelang bulan suci Ramadhan 1443 Hijriyah tahun 2022.

Tribun Bali
Ilustrasi, Razia Jelang Bulan Suci Ramadhan, Wanita 50 Tahun di Siantar Kepergok Bermain dengan Brondong 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dinas Sosial Pematangsiantar melakukan razia gabungan untuk memerangi penyakit masyarakat menjelang bulan suci Ramadhan 1443 Hijriyah tahun 2022.

Target razia kali ini adalah hotel Melati dan indekos yang dicurigai menjadi sarang-sarang zina.

Dibantu personel TNI dan Polri. Tenaga Kerja Sukarela Kecamatan (TKSK), Karang Taruna dan Tagana, sebanyak 12 pasangan bukan suami istri terjaring dari razia yang digelar pada Sabtu dini hari (2/4/2022) tadi.

Baca juga: Tak Banyak yang Tahu! Inilah Keutamaan Sholat Tarawih di Bulan Ramadan 2022

Baca juga: Joe Biden Sampaikan Pesan Ramadan 2022 ke Seluruh Umat Islam, Kutip Ayat Alquran Surat Az-Zalzalah

Kabid Sosial pada Dinas Sosial P3A Kota Siantar, Risbon Sinaga mengatakan, dari razia yang dilakukan pihaknya mengamankan 12 pasangan yang bukan suami istri dari rumah kos maupun hotel kelas melati.  Mereka terjaring persis dari 9 lokasi.

Sebut Risbon, rencananya razia akan dilakukan lebih dari 9 lokasi.

Namun hal itu tidak dapat dilakukan, karena terhalang cuaca. 

"Pada kegiatan ini kita terkendala gelar razia ke lokasi lainnya, karena hujan," ucap Risbon.

Lebih lanjut dijelaskan, 12 pasangan yang terjaring, umumnya masih berusia muda.

Namun, ada juga yang terjaring seorang wanita paruh baya (wanita tua), dengan pasangannya yang masih berondong.

"Paling muda usia 18 tahun. Ada satu orang ibu berusia sekitar 50 tahun dengan pasangan prianya masih muda," ujarnya.

Setelah dibina, pasangan yang terjaring itu telah diperkenankan pulang ke rumahnya masing-masing. Tentunya mereka yang terjaring harus berjanji tidak melakukan perbuatannya kembali.

"Semuanya kita serahkan kepada keluarga, setelah dibina dan didata. Tapi terlebih dulu membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan yang sama," terangnya.

"Harapan saya, mari menghormati saudara saudari kita yang akan menunaikan puasa, di bulan suci Ramadhan. Salah satunya menghindari diri dari perbuatan asusila," harap Risbon.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com

Sumber: TribunMedan.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved