Berita Sulut

Soal Kenaikan Harga Bapok Jelang Bulan Puasa, Ini Kata Pengamat Ekonomi Sulut

Seperti sudah menjadi kebiasaan bahwa ketika menjelang hari raya Idul Fitri maupun Natal dan tahun baru harga barang kebutuhan pokok merangkak naik

Penulis: Mejer Lumantow | Editor: Chintya Rantung
ISTIMEWA
Dr Robert Winerungan 

TRIBUNMNANADO.CO.ID, Manado - Seperti sudah menjadi kebiasaan bahwa ketika menjelang hari raya Idul Fitri maupun Natal dan tahun baru harga barang kebutuhan pokok merangkak naik. 

Hal ini selalu dialami masyarakat saat menjelang hari raya seperti saat ini umat muslim akan menjalankan puasa sampai lebaran Idul Fitri harga barang kebutuhan pokok telah menunjukkan merangkak naik.

Terkait hal ini, Pengamat Ekonomi Sulut Dr Robert Winerungan menjelaskan, Kenaikan harga bahan pokok ini diakibatkan oleh permintaannya lebih banyak dari pada penawaran atau ketersediaan barang tersebut di pasar. 

Menurutnya, Permintaan yang meningkat karena kebutuhan terhadap barang kebutuhan pokok ini naik. Secara logika ekonomi permintaan bertambah dan penawaran tetap pasti harga naik. 

"Nah, masa-masa menjelang puasa dan hari raya Idul Fitri pasti kebutuhan pokok lebih tinggi, tapi penawaran atau supply barang tidak bertambah," jelas Winerungan kepada Tribun Manado, Kamis (31/3/2022).

Dosen Ekonomi Unima ini juga menerangkan, ketika peningkatan permintaan lebih tinggi dari penawarannya harganya akan terdongkrak naik. 

Olehnya, Kenaikan harga bahan pokok berakibat inflasi dan ini sifatnya alamiah karena  inflasi merupakan sebuah konsekuensi logis dari pertumbuhan ekonomi. 

"Inflasi Karena permintaan meningkat itu baik karena pertanda ada peningkatan daya beli masyrakat asalkan paling penting adalah level inflasi tetap ideal," sebut Winerungan.

Sebetulnya, kata dia, bisa saja harga kebutuhan pokok itu tidak naik asalkan saat permintaan terhadap barang kebutuhan pokok ini meningkat seharusnya supply atau ketersediaan barang itu dipasar harus ditambah. 

"Permintaan meningkat disertai dengan penambahan pasokan di pasar harga tidak akan naik berarti inflasi bisa terjaga," ujarnya.

Disatu sisi, Pemerintah sebagai regulator ekonomi bisa mengantisipasi dan harus bertanggung jawab terhadap ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat, karena kebutuhan pokok ini menyangkut hajat hidup orang banyak sehingga kinerja pemerintah dibidang ekonomi akan dipertaruhkan oleh ketersediaan barang kebutuhan pokok ini. 

"Adanya kenaikan harga kebutuhan pokok bukan kali ini saja, kenaikan harga bahan pokok selalu terjadi setiap tahunnya menjelang hari raya karenanya Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan organ perpanjangannya didaerah harus bekerja lebih baik," papar Winerungan.

Disisi lain, Kalaupun ada oknum atau perusahaan yang sengaja menimbun kan sudah ada payung hukum untuk menindak yakni Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2020 tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok

"Walaupun, ketersediaan barang kebutuhan pokok ini juga memang produksinya banyak ditentukan oleh cuaca atau iklim oleh karena itu perlu kekurangan stock harus diantisipasi dengan eksport import antar pulau jika diperlukan untuk mengintervensi pasar," tandas Winerungan. (Mjr)

Baca juga: Promo MER 99 di Wedding Fair Manado, Ada Diskon 10 Persen dan Hadiah Langsung

Baca juga: Keturunan PKI Bisa Jadi TNI Ditolak PA 212 Saran Saya ke Panglima TNI Fokus Tindak KKB di Papua

Baca juga: Potret Maudy Ayunda, Artis yang Dipilih Jadi Juru Bicara Pemerintah untuk Presidensi G20 Indonesia

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved