Berita Bitung

Ibu Rumah Tangga di Kota Bitung Buat Minyak Goreng Kelapa hingga Ratusan Botol

Air santan, dimasak sekitar satu jam diatas api hingga muncul Tai Minya lalu di pisahkan atau ditiriskan agar terpisah dengan minyak goreng.

tribunmanado.co.id/Christian Wayongkere
Sejumlah ibu-ibu di Lingkungan III RT IX Kelurahan Tendeki Kecamatan Matuari Kota Bitung terlihat bergantian mengaduk air santan di atas wajan. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Bau harum menusuk hidung.

Aroma itu berasal dari aroma air santan yang diolah menjadi minyak goreng.

Sejumlah ibu-ibu di Lingkungan III RT IX Kelurahan Tendeki Kecamatan Matuari Kota Bitung terlihat bergantian mengaduk air santan di atas wajan.

Mereka dikoordinir oleh Kristiana Natalia Silfeto (37), sedang membuat minyak goreng rumah.

Air santan, dimasak sekitar satu jam diatas api hingga muncul Tai Minya lalu di pisahkan atau ditiriskan agar terpisah dengan minyak goreng.

Kristiana Natalia Silfeto, ibu dari dua orang anak ini menceritakan pembuatan minyak goreng rumahan ini awal mulanya liat proses pembuatan ibu mertuanya.

Istri dari seorang petani ini, adalah seorang perantau dari daerah Surabaya Provinsi Jawa Timur.

“Jadi tahun 2015, saya merantau ikut suami kesini. Di rumah ibu mantu membuat minyak kelapa, sebagai perempuan punya insting untuk mencari tahu dan belajar.

Lama kelamaan lewat proses yang dilalui bisa membuat sendiri dan  sampai sekarang sudah tujuh masih membuatnya di rumah,” cerita Kristiana saat diwawancara Tribunmanado.co.id.

Minyak goreng yang dia produksi, untuk konsumsi sendiri dan di jual dengan harga Rp 25 per satu botol ukuran 600 mili liter (Ml).

Kristiana waktu itu harus keluar masuk warung hingga pasar, agar produk buatannya bisa laku dengan harga Rp 20 ribu per botol.

Kemudian seiring dengan perkembangan zaman, Kristiana kemudian mulai merambah sosial media (sosmed) facebook untuk menjual produknya.

Dan lewat sosmed, hingga saat ini sudah memiliki kostumer atau pelanggan tetap di kota Bitung dan sekitarnya.

Dalam meraup pasar, perjalanannya tidak mulus. dimana pernah mendapat penokalan dari warga namun dia tidak patah arang dengan terus bersemangat menjajakkan minyak kelapa rumah dan mendapat pelanggan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved