Senin, 15 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Terkini Internasional

Rusia dan Ukraina Akan Damai? Ini Hasil Perundingan di Istanbul Turki

Telah digelar pertemuan lanjutan, perundingan antara Rusia dan Ukraina. Pertemuan tersebut digelar di Istanbul, Turki Selasa (29/3/2022). 

Tayang:
RIA Novosti / POOL via Tribunnews.com
Dari kiri ke kanan: menteri luar negeri Turki Mevlüt, Presiden Recep Tayyip Erdogan dan Roman Abramovich di Istana Dolmabahçe. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Telah digelar pertemuan lanjutan, perundingan antara Rusia dan Ukraina

Pertemuan tersebut digelar di Istanbul, Turki Selasa (29/3/2022). 

Rusia dan Ukraina akan damai?

Baca juga: Nama-nama Perwira Tinggi yang Dimutasi Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, Akhir Maret 2022

Baca juga: Akhirnya Terungkap Alasan Kalina Ocktaranny Baru Umumkan Hubungannya dengan Ricky Miraza

Baca juga: Peringatan Dini Gelombang Tinggi Rabu 30 Maret 2022, BMKG: Ini Wilayah Perairan Capai 2,5-4 Meter

Dari kiri ke kanan: menteri luar negeri Turki Mevlüt, Presiden Recep Tayyip Erdogan dan Roman Abramovich di Istana Dolmabahçe.

Dari kiri ke kanan: menteri luar negeri Turki Mevlüt, Presiden Recep Tayyip Erdogan dan Roman Abramovich di Istana Dolmabahçe. (RIA Novosti / POOL via Tribunnews.com)

Berikut hasil pertemuannya. 

Perundingan antara Rusia dan Ukraina di Istanbul, Turki menunjukkan hasil yang positif.

Dalam pertemuan lanjutan yang digelar, Selasa (29/3/2022), kedua pihak sepakat mulai menyusun perjanjian menuju perdamaian.

Kedua pihak pun menjadwalkan pertemuan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk menandatangani ketetapan damai.

Wakil Menteri Pertahanan Rusia Alexander Formin mengaku akan menghentikan operasi militer ke arah ibu kota Kiev dan Chernihiv di Utara Ukraina secara fundamental.

Formin mengatakan kepercayaan itu diperlukan untuk membangun rasa saling percaya dan membuat prakondisi bagi negosiasi yang akan datang.

Komentar Formin menandakan Rusia mau membatasi invasi besar-besaran ke Ukraina yang diluncurkan sejak 24 Februari lalu.

Sebelumnya, pada akhir pekan lalu, pejabat militer Rusia telah megumumkan tahap kedua invasi yang berfokus pada pembebasan kawasan Donbass di timur, dengan kata lain mengurangi atau justru meniadakan operasi militer ke jantung Ukraina.

Komando militer Ukraina sendiri telah mendeteksi penarikan pasukan Rusia di sekitar Kiev dan Chernihiv sebelum perundingan di Istanbul.

“Berdasarkan fakta bahwa negosiasi persiapan kesepakatan tentang netralitas dan status non-nuklir Ukraina, serta tentang penyediaan jaminan keamanan bagi Ukraina, sudah beranjak ke persoalan praktis, mengingat prinsip-prinsip yang dibicarakan selama pertemuan hari ini (di Istanbul), Kementerian Pertahanan Federasi Rusia memutuskan untuk, secara fundamental, seiring waktu, menghentikan aktivitas militer ke arah Kiev dan Chernihiv untuk meningkatkan saling percaya dan membuat kondisi yang diperlukan untuk negosiasi lebih lanjut,” kata Formin dikutip Associated Press.

Sementara itu, kepala delegasi Rusia, Vladimir Medinsky menyebut kedua pihak menempuh pembicaraan substansial di Istanbul.

Medinsky menyatakan bahwa kedua pihak sepakat untuk mulai menyusun perjanjian untuk kemudian mempertemukan kedua kepala negara.

Namun, detail-detail perjanjian masih perlu dibahas lebih lanjut.

“Apabila perjanjian dikerjakan dengan cepat, kesempatan untuk menghasilkan perdamaian akan semakin dekat,” kata Medinsky.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu selaku salah satu mediator menyebut pertemuan di Istanbul berhasil mencapai progres yang paling berarti dengan delegasi Rusia-Ukraina berbagi konsensus dan saling pengertian.

Apabila Rusia mengejar status netral dan non-nuklir dari Ukraina, Kiev mengupayakan jaminan keamanan yang melibatkan negara-negara anggota NATO.

Kendati tidak akan menjadi anggota, Kiev berupaya menyegel jaminan keamanan dari NATO serupa Pasal 5 dalam perjanjian dengan Rusia.

Di lain sisi, nasib Krimea dan Donbass juga belum bisa diketahui.

Kiev menghendaki wilayah yang dianeksasi serta memerdekakan diri dengan dukungan Rusia itu masih menjadi wilayah Ukraina.

Namun, Kremlin diketahui tidak ingin melepas Krimea, Donetsk, ataupun Luhansk.

Setelah perundingan di Istanbul, Cavusoglu menyebut isu-isu yang masih sulit diputuskan akan dibawa ke level yang lebih tinggi.

Ia pun meminta kedua pihak untuk segera menyepakati gencatan senajta demi membuka koridor bantuan kemanusiaan. (*)

Telah tayang di:

Tribunnews.com , kompas.tv

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
5 - 1
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved