Berita Olahraga

Pimpin PS Haleluya Pondang, Mentu Yakin Anak Didiknya Jadi Pemain Berkelas

Potensi anak-anak di Minsel, bukan hanya suka dengan sepak bola tetapi memiliki keinginan besar dan keahlian alami.

Penulis: Manuel Mamoto | Editor: Rizali Posumah
Istimewa.
Sepak bola semakin digemari warga Minahasa Selatan saat ini. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Sepak bola semakin digemari warga Minahasa Selatan saat ini. Mulai dari orang dewasa sampai anak kecil.

Potensi anak-anak di Minsel, bukan hanya suka dengan sepak bola tetapi memiliki keinginan besar dan keahlian alami.

Hal ini membuat IPTU Pol M.S Mentu, S.IP menaruh perhatian besar untuk perkembangan sepak bola di Minahasa Selatan.

Pimpin tim Persatuan Sepak bola (PS) Haleluya Pondang Mentu yang saat ini sebagai Subdit II Perbankan Polda Panit yakin dapat membentuk anak-anak usia dini mulai U-10, U-12, U 15-21 menjadi pemain profesional di masa depan.

Sambil mengutip kata bijak Jhon Locke "Anak bagaikan kertas putih yg menunggu untuk ditulisi melalui pengalamannya " Mentu sadar kalau apa yang akan terjadi nanti berawal dari apa yang diberikan pada anak-anak ini.

"PS. Haleluya menyadari akan kebutuhan tumbuh kembang anak sehingga mengambil inisiatif untuk hadir ditengah-tengah masyarakat dengan program-program terencana dan mengupayakan adanya lingkungan pergaulan yang sehat bagi mereka," ujar Mentu.

Ketua PKB GMIM Setia Kudus Pondang ini yakin perkembangan sepak bola kedepan
bukan hanya berorientasi pada fisik dan skill semata.

"Yang paling utama selain fisik dan skill mereka dilapangan adalah melatih sikap dan mental sehingga membentuk dan mengembangkan karakter yang kuat dan positif. Baik perilaku, intelektual dan emosional, " kata Mentu.

Pimpin PS Haleluya Pondang, Mentu juga mengajarkan kedisiplinan, kerjasama serta melatih memiliki semangat juang yang tinggi dan tangguh saat latihan maupun menghadapi pertandingan resmi.

"Mental mereka kuat, mereka bisa mengakui kemenangan orang lain dan menerima kekalahan. Hal ini membuat kebiasaan saling menghargai dan saling menghormati," jelas Mentu

Dia berharap dengan cara ini tim yang dipimpinnya mendapat manfaat untuk diri sendiri dan orang lain.

"Dengan menemukan potensi anak-anak ini, kita bisa menciptakan generasi ini menjadi pemain sepak bola yang handal nanti,"paparnya.

PS Haleluya Pondang pernah menjadi kebanggaan dan mengharumkan nama besar orang Pondang sesuai filosofi di kampung Pondang. 

"Tetap berlatih dan belajar. Waktu belajar tetaplah belajar, jadi pandai dan naik kelas.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved