Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Nasib Nengsi Marlina Gadis Dibakar Brigadir AN Sang Kekasih, Meninggal Dunia Pasca Dirawat 16 Hari

Korban dinyatakan meninggal sekira pukul 14.37 WIB saat menjalani perawatan di ruang ICU RSUD dr HM Rabain Muara Enim.

Editor: Alpen Martinus
SRIPO/ARDANI ZUHRI
Nengsi Marlina (24), wanita muda yang dibakar oknum polisi meninggal dunia setelah dirawat 16 hari. Jenazahnya sesaat akan dibawa dari RSUD HM Rabain Muara Enim ke rumah duka di Pal 100 Kelurahan Lebuay Bandung, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, Sabtu (26/3/2022) sekitar pukul 14.37 wib. 

TRIBUNMANADO.CO.ID- Sungguh menyedihkan, Nengsi Marlina gadis yang dibakar oleh kekasihnya meninggal dunia,Sabtu (26/3/2022) sore kemarin

Ia sempat dirawat di ruang ICU RSUD dr HM Rabain Muara Enim.

Kejadian pembakaran terjadi di  Lahat, Sumatera Selatan, yang terjadi Kamis (10/3/2022)

Baca juga: Oknum Polisi Tersangka Kebakaran di Sumompo Ditahan, Kapolres Manado: Sudah Tahap Penyidikan


Korban Ningsih sebelum dibakar pelaku oknum anggota polisi dan saat mendapat perawatan intensif di ruang ICU dengan kondisi luka bakar 80 persen, Jumat (11/3/2022). Korban dibakar kekasihnya karena bermaksud meminta hubungan pacaran diakhiri. (SRIPO/ARDANI ZUHRI)

Korban dinyatakan meninggal sekira pukul 14.37 WIB saat menjalani perawatan di ruang ICU RSUD dr HM Rabain Muara Enim.

Koban telah dirawat selama 16 hari di rumah sakit.

Jenazah langsung dibawa ke rumah duka dan disemayamkan di Pal 100 Kelurahan Lebuay Bandung, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, Sabtu (26/3/2022).

Rencananya jenazah akan dimakamkan malam ini juga selesai shalat Isya.

Baca juga: Oknum Polisi Lakukan KDRT Kepada Istrinya, Sudah Dimaafkan Tapi Malah Selingkuh

Dari informasi yang berhasil dihimpun, beberapa hari terakhir korban mengalami kritis dan memerlukan darah 0 sehingga terpaksa kembali dibawa kembali ke ruang ICU dari ruang perawatan sal Lematang 5.

Namun sayangnya nyawa korban tidak terselamatkan meski tim medis RSUD dr HM Rabain Muara Enim.

Saat ini, korban sedang dimandikan di dirumah duka di Rukun Damai, RT 03, RW 03, Kelurahan Tungkal, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim dan dimakamkan di Pal 100, Kelurahan Lebuay Bandung, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat. 

Kakak perempuan korban bernama Trisnawati membenarkan jika adiknya telah meninggal dunia dan akan dikebumikan hari ini juga.

Baca juga: Oknum Polisi Bakar Selingkuhannya karena Diputus, Ternyata Korban Baru Tahu Pelaku Sudah Menikah

Sementara itu Ketua RT 03 Salidin, membenarkan ada warganya bernama Nengsi Marlina meninggal dunia dari korban pembakaran dan akan dimakamkan di Pal 100 pada hari ini.

Memang tiga hari terakhir kondisi kesehatannya terus menurun dan puncaknya hari ini, ketika korban membutuhkan darah 0, namun belum sempat diberikan korban keburu meninggal.

"Tadi keluarga korban benar-benar sangat terpukul sebab tidak menyangka korban akan meninggal," ujarnya.

Kronologi Kejadian Oknum Polisi Bakar Pacar

Sebelumnya diberitakan, Brigadir AN Oknum Polisi Polres Lahat nekat membakar kekasihnya Nengsih Marlina (24), warga Rukun Damai Rt 03 Rw 03 Kelurahan Tungkal, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim.

Akibat aksi tersebut, korban menderita luka bakar sangat parah disekujur tubuhnya, sedangkan pelaku juga menderita luka bakar dikedua tangan dan sedikit bagian muka yang dirawat di Sal Bedah ruang Enim 1.

Korban sempat dirawat diruang ICU RSUD Muara Enim secara intensif karena menderita luka bakar sekitar 80 persen.

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, kejadian itu terjadi dirumah kontrakan temannya di gang Kolam, Rumah Tumbuh, Kelurahan Muara Enim, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Kamis (10/3/2022) sekitar pukul 22.30 WIB.

Aksi nekat tersebut berawal korban dan pelaku telah menjalin hubungan asmara selama beberapa tahun.

Setelah menjalani asmara, korban baru mengetahui jika pelaku telah beristri yang tengah hamil tua dan memiliki dua anak.

Atas saran keluarga dan pertimbangannya, akhirnya korban memutuskan untuk mengakhiri hubungan asmara tersebut.

Namun ternyata pelaku tidak terima diputus secara sepihak dan terus berusaha menghubungi dan mencari korban, namun korban selalu menghindar.

Untuk menghindari kejaran pelaku, korban pun bertandang dan tidur dirumah kontrakan temannya Dea (27) di Jalan Ade Irma Suryani Gang Kolam Rt 05 Rw 08 Rumah Tumbuh, Kelurahan Muara Enim.

Namun, meski telah menghindar, ternyata persembunyian korban tetap terendus oleh pelaku.

Kemudian pelaku mendatangi kontrakan Dea sekitar pukul 22.30, namun korban sudah tidur.

Tidak habis akal, pelaku yang sudah emosi langsung menurunkan skring meteran listrik sehingga lampu kontrakan padam dan mendengar ada suara memanggil.

Kemudian saksi Dea terbangun dan mencoba mengecek dengan mengintip dari jendela.

“Aku ngiro lampu mati karena token habis. Aku manggil Ningsih la tedok belum. Dio jawab belum, sudah rewang ayuk isi pulsa lampu sebentar. Pas buka pintu ternyato sudah ada pelaku didepan pintu,” terang Dea.

Setelah itu pelaku, lanjut Dea, pelaku langsung mendobrak pintu dan menghidupkan skring meteran listrik sambil membuka pintu kamar dan melihat korban sedang rebahan dikasur.

Melihat hal tersebut, Pelaku langsung marah-marah dan mencaki maki korban.

Kemudian tanpa basa basi langsung menyiramkan Bensin yang telah dibawanya sebanyak dua botol ketubuh korban.

Untuk meredakan pertengkaran antara pelaku dengan korban, dirinya sempat mengingatkan pelaku untuk tidak ribut-ribut di kontrakannya karena tidak enak didengar tetangga.

Namun peringatannya tidak digubris oleh pelaku bahkan mengancam dirinya akan disiram juga oleh Bensin.

“Aku omongke dak usaha ribut-ribut disini aku malu gek dateng galo RT, apolagi la pakek siram bensin. Kakakni lah kelewatan. Pelaku langsung marah, kau dak usah melok-melok gek kau ku siram bensin dan kubakar pulo,” tiru Dea.

Usai dua kali menyiram Korbam dengan Bensin, sambung Dea, pelaku masih terus memarahi korban dan memegang korek api gas sembari sekali-kali memantikkan korek api tersebut.

Akibatnya percikan tersebut, ternyata tanpa diduganya langsung menyambar tubuh korban yang telah di siram dengan Bensin.

“Sekali ni aku bukan nak gertak-gertak kau be. Omong la kau ku bakar nian, cepat nian api langsung nyambar lantai dan tubuh korban. Aku be melok kebakar,” jelas.

Kemudian, kata Dea, api langsung menyambar tubuh korban dan lantai rumah sehingga asap mengepul dari dalam kamar.

Mungkin karena kasihan, tiba-tiba pelaku langsung menarik tubuh korban dan memeluknya berusaha untuk mematikan kobaran api ditubuh korban serta membawa korban ke klinik bidan.

Setelah menyelamatkan korban dan mendapatkan penanganan sementara, pelaku langsung pergi meninggalkan korban.

Artikel ini telah tayang di TribunCirebon.com 

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved