RHK Senin 21 Maret
BACAAN ALKITAB - Filemon 1:6-7 Kekuatan Kasih
Filemon, adalah orang terpandang, terhormat dan kaya, namun hidup dalam kasih. Itulah sebabnya, rasul Paulus sebagai orang yang "memenangkannya"
Filemon 1:6-7
TRIBUNMANADO.CO.ID - Filemon, adalah orang terpandang, terhormat dan kaya, namun hidup dalam kasih. Itulah sebabnya, rasul Paulus sebagai orang yang "memenangkannya" sangat respek (menghargai), bangga dan bersyukur. Paulus berdoa agar iman Filemon semakin kokoh dan teguh dalam persekutuan dengan Kristus.
Kasih, adalah kekuatan dan kunci iman Filemon. Sebab dengan kasihnya itu membuat Paulus menikmati kegembiraan besar dan kekuatan. Hal itu telah menguatkan dan menghiburkan orang beriman dan sesamanya.
Kasih, adalah kekuatan dan inti pengajaran Kristen. Karena kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, tetapi kasih adalah kegenapan hukum Taurat (Rom 13:10). Itulah yang dipraktikan Filemon dalam keseharian hidupnya sebagai orang Kristen dan pengikut Kristus sejati.
Demikian firman Tuhan hari ini.
"Dan aku berdoa, agar persekutuanmu di dalam iman turut mengerjakan pengetahuan akan yang baik di antara kita untuk Kristus.
Dari kasihmu sudah kuperoleh kegembiraan besar dan kekuatan, sebab hati orang-orang kudus telah kauhiburkan, saudaraku." (ay 6, 7)
Kekuatan, ciri khas, kepribadian dan identitas orang Kristen adalah Kasih. Jika orang Kristen hidup tanpa kasih, dia adalah Kristen instan, gampangan dan tidak sejati. Mereka adalah orang Kristen palsu, yang _"numpang nama doang."_ Orang demikian, janganlah mengaku sebagai pengikut Kristus atau orang Kristen.
Kasih yang ditunjukkan oleh Filemon adalah kasih yang sesuai dengan pengajaran rasul Paulus yang bersumber dan berdasar dari Sang Kasih, yakni Tuhan kita Yesus Kristus. Siapa yang tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah. Sebab Dia adalah kasih.
Kasih, bukan sebatas kata orang Manado: _"kasè,"_ (memberi). "Kase" (memberi) hanya menjadi bagian kecil dari kasih. Itupun harus benar-benar memberi sesuai dengan nilai-nilai kasih. Yakni memberikan dengan sukacita, tanpa sungut-sungut, ikhlas, tulus-murni, tanpa pamrih, bukan untuk menyombongkan diri atau agar diketahui orang, bukan karena balas budi, juga tidak demi kepentingan diri maupun kelompok. Tapi, memberikan hati yang penuh ucapan syukur dalam Tuhan.
Kasih yang sejati adalah seperti yang diteladankan oleh Kristus. Karena kasih-Nya akan kita, Dia rela berkorban nyawa. Dia disiksa, dihina, dinista, ditombak, disalib dan dianiaya secara sadistis dan tidak berprikemanusiaan. Tapi, Dia tetap mengampuni dan rela menerima dan menjalani semuanya itu, karena kasih-Nya kepada manusia. Dia telah diserahkan sebagai persembahan dan korban yang berbau harum bagi Allah, demi selamat kita.
Begitu besarlah kasih-Nya akan kita. Itulah kasih sejati. Kasih harus rela mengampuni, murah hati, rela berkorban, lemah lembut, tulus hati, dan tidak pandang bulu serta tiada berbatas.
Setiap keluarga dan orang Kristen harus menjadikan kasih sebagai gaya hidup kita. Kasih haruslah menjadi penciri utama (ciri khas) atau kepribadian orang Kristen. Kasih adalah kekuatan kita. Kekuatan kita adalah kasih kita kepada Tuhan dan bagi sesama.
Ingatlah! Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah dan tidak layak di hadapan-Nya. Karena kasih orang Kristen tidak terbatas. Dia harus hidup dalam kasih kepada semua orang.
Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, tapi selalu merancangkan kebaikan bagi semua orang, tanpa menjebak apalagi memerangkap sesamanya.
Orang Kristen, harus hidup dalam kasih. Karena itulah kekuatan kita. Kita harus mengasihi sesama kita dengan sungguh-sungguh. Sebab kasih dapat mengubah segalanya. Sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.
Jadi, jika kita hidup dalam kasih berarti kita hidup dengan kekuatan penuh. Sebab Allah yang adalah Kasih itulah yang menjadi kekuatan kita. Dengan demikian, aman, nyaman, damai dan sukacita serta berlimpah berkatlah hidup kita bersama keluarga selamanya. Karena kekuatan kasih yang kita miliki dalam hidup kita: kasih Kristus. Amin
DOA: Tuhan Yesus, ajarlah kami terus hidup dalam kasih-Mu yang sempurna, sehingga nama Tuhan dimuliakan dan cara hidup kami yang baik dan benar di hadapan-Mu. Amin