RHK Jumat 18 Maret 2022
BACAAN ALKITAB Zakharia 12:10-11 - Kristus yang Tertikam
Kitab nabi Zakharia juga memuat tentang nubuatan. Yakni tentang akan lahirnya seorang Juruselamat yang akan menderita sengsara.
Zakharia 12:10-11
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kitab nabi Zakharia juga memuat tentang nubuatan. Yakni tentang akan lahirnya seorang Juruselamat yang akan menderita sengsara. Dialah Tuhan Yesus Kristus. Juga tentang akan adanya pencurahan Roh, yakni roh pengasihan dan roh pengampunan atas seluruh umat-Nya, terutama keturunan Daud (Yehuda) dan penduduk Yerusalem.
Nabi Zakharia menubuatkan bahwa oleh kasih karunia Allah, bangsa itu akan beroleh pemulihan yang sempurna. Bagi mereka akan datang dan tersedia roh pengasihan yang bersumber dari Allah sendiri serta roh permohonan, yang akan menjadi jaminan kekuatan kehidupan mereka, menghadapi berbagai persoalan hidup mereka, baik sebagai pribadi maupun sebagai bangsa (Yehuda), serta kota Yerusalem.
Dinubuatkan pula tentang kelahiran Sang Juruselamat yang akan menderita sengsara, disiksa dan ditikam, bahkan disalib hingga mati. Karena penderitaan-Nya itulah, bangsa Israel akan meratap.
Ratapan yang dialami oleh bangsa Yehuda diibaratkan seperti ratapan Hadad Rimon. Yakni yang disamakan dengan ratapan di Yerusalem karena raja Yosia yang mati terbunuh ketika berperang melawan Nekho II dari Mesir pada thn 609 SM.
Hadad-Rimon menunjuk sebuah tempat di lembah Megido, di mana raja Yosia terbunuh.
Tapi itu terjadi karena ulah bangsa itu yang masih tegar tengkuk. Namun, ratapan besar karena tertikamnya Sang Mesias yang akan datang namun sudah datang 2000 tahun yang lalu itu, sekaligus merupakan titik balik paling tinggi akan kasih serta pengampunan Allah bagi umat Israel.
Sebab Kristus sudah dikorbankan sekali untuk selamanya bagi kesalamatan kita. Dialah yang menderita disiksa dan mati tertikam oleh dosa kita, bukan karena kesalahan-Nya. Maka ratapan pun terjadi secara luar biasa.
Demikian firman Tuhan hari ini.
"Aku akan mencurahkan roh pengasihan dan roh permohonan atas keluarga Daud dan atas penduduk Yerusalem, dan mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi dia seperti orang meratapi anak tunggal, dan akan menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi anak sulung.*_
Pada waktu itu ratapan di Yerusalem akan sama besarnya dengan ratapan atas Hadad-Rimon di lembah Megido." (ay 10, 11)
Begitu sempurnanya pengasihan Allah, bukan hanya bagi Yehuda, Yerusalem maupun Israel, tapi bagi segenap isi dunia ini. Dia mengaruniakan anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya pada-Nya, tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Aneh-Nya, Sang Penolong yang teguh ditolak oleh yang Dia tolong sendiri. Mereka malah menikam dan membunuh-Nya, sehingga kita meratapi-Nya, hingga saat ini juga, yakni yang kita sedang rayakan pada minggu sengsara kedua ini.
Dalam situasi demikian, Allah tetap saja tidak meninggalkan kita umat-Nya, termasuk kaum keturunan Daud. Bahwa Allah akan dan telah mencurahkan roh pengasihan dan roh permohonan bagi kita. Itulah Roh Kudus yang senantiasa bersemayam dalam hati dan pikiran kita, serta selalu menuntun dan menolong kehidupan kita ada dalam kebenaran Kristus.
Sungguh sangat sempurna kasih Allah akan kita. Sungguh sangat tiada bertara, pengorbanan Tuhan Yesus bagi kita. Diri-Nya tak diingat dan dipikirkan-Nya lagi. Demi cinta kasih-Nya akan kita, diserahkan hidup-Nya seluruhnya untuk keselamatan kita baik di bumi maupun hidup dalam kekekalan bersama-Nya. Apakah yang dapat kita balas?
Sayangnya, tidak jarang kita bukan introspeksi diri dan hidup setia pada-Nya, malah jadi pemberontak yang hidup berkhianat kepada-Nya. Jauhilah itu dari kita. Jangan jadi pecundang dan penghianat.
Sebaliknya, hiduplah dalam pertobatan. Sebagai keluarga dan jemaat Tuhan, marilah kita introspeksi atau memeriksa diri. Mohon ampunlah kepada Tuhan dan hiduplah dalam pertobatan. Jangan menikam Kristus untuk kedua kalinya, apalagi berulangkali.
Tapi bertobatlah dan berbaliklah pada-Nya. Dia menunggu kita dan siap menyelamatkan kita. Berbaliklah pada-Nya, maka kita dan keluarga akan selamat serta hidup damai, sejahtera, aman, nyaman dan sukacita bersama Dia Sang Surya kehidupan dan Sumber segala sumber kehidupan. Amin
*Doa:* Tuhan Yesus, jauhkanlah kami dari perbuatan jahat. Tapi pakailah kami sebagai alat damai sejahtera-Mu untuk memenangkan banyak orang datang pada-Mu. Amin