Freeport Indonesia

PT Freeport Indonesia Pastikan Penuhi Hak 3 Ribuan Karyawan yang Mengundurkan Diri

PT Freeport Indonesia (PTFI) memastikan sedikitnya 3 ribu karyawan yang melakukan mangkir kerja pada tahun 2017 lalu dianggap mengundurkan diri

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
fernando lumowa/tribun manado
Presdir Freeport Indonesia, Tony Wenas (ketujuh dari kiri, duduk) bersama perwakilan serikat buruh dan pekerja usai penandatangan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) XXII tahun 2022-2024 di Four Points by Sheraton Manado, Kamis (17/03/2022). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - PT Freeport Indonesia (PTFI) memastikan sedikitnya 3 ribu karyawan yang melakukan mangkir kerja pada tahun 2017 lalu dianggap mengundurkan diri.

Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas menegaskan, para karyawan itu mangkir kerja lebih dari tiga minggu pada awal tahun 2017.

"Karena mangkir kerja, sesuai aturan perundangan dan Perjanjian Kerja Bersama Freeport Indonesia, mereka dianggap mengundurkan diri," kata Wenas usai penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKB) di Four Points by Sheraton Manado, Kamis (17/03/2022).

Ketua Serikat Pekerja Mandiri Papua (SPMP) PTFI Virgo Solossa mengungkapkan, jumlah karyawan yang mangkir tak sebanyak yang disebut-sebut di media.

"Sebenarnya hanya tiga ribuan, sekitar tiga ribu lima ratus. Bukan delapan ribu seperti yang disebut-sebut," kata Virgo.

Katanya, persoalan itu sudah selesai.

"Perusahaan sudah memberinan kompensasi sesuai aturan berlaku kepada ribuan karyawan tersebut," jelasnya.

Ia mengungkapkan, usai aksi mangkir para karyawan dipanggil oleh perusahaan.

"Tapi mereka tidak memenuhi dan dianggap mengundurkan diri," jelasnya.

Sampai saat ini, menurut Virgo, akar persoalan sampai para karyawan meninggalkan pekerjaan tak diketahui pasti.

Sedangkan Ketua PUK SP KEP Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) PTFI Lukas Saleo menambahkan, persoalan itu sudah selesai karena karyawan-karyawan itu sesuai PKB di PFI dianggap mengundurkan diri.

Pasalnya, kata Lukas, para karyawan yang mengaku melakukan mogok kerja tak mempersoalkan ke Dinas Tenaga Kerja selaku institusi resmi.

"Seharusnya mereka mengadu ke Pengadilan Hubungan Industrial di dinas tapi mereka tak membawanya ke sana," jelasnya.(ndo)

Baca juga: Prediksi Skor Galatasaray vs Barcelona, Liga Eropa, Xavi Waspadai Kehebatan Kiper Pinjaman Blaugrana

Baca juga: Bupati Talaud Audiensi dengan Universitas Terbuka Indonesia Terkait Program S2 bagi ASN

Baca juga: Buka Hari Kesatuan Gerak PKK Sulut di Bolmong, Gubernur Olly: Ada Peran Istri di Balik Suami Sukses 

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved