Kecelakaan Lalu Lintas
Kecelakaan Maut Pukul 08.00 WIB, 2 Mahasiswi Meninggal, Hendak Ke Kampus Lalu Tabrakan dengan Bus
Terjadi kecelakaan maut di Jalan Banda Aceh-Medan, Desa Meucat, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara, Aceh pada kemarin hari Rabu pagi.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Terjadi kecelakaan maut di Jalan Banda Aceh-Medan, Desa Meucat, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara, Aceh pada kemarin hari Rabu pagi.
Kecelakaan itu melibatkan kendaraan bus dengan sepeda motor.
Kecelakaan maut tersebut mengakibatkan 2 mahasiswi meninggal dunia.
Baca juga: Gempa Guncang Jabar Kamis 17 Maret 2022 Pagi, Guncangan di Wilayah Sukabumi, Info BMKG Magnitudonya
Baca juga: Ingat Yuliana dan Yuliani? Bayi Dempet Kepala Sukses Dioperasi, Jadi Dokter dan Doktor, Kabarnya
Baca juga: Anggota TNI Tembak Rekan dan Komandannya, Brimob yang Lewat Ditembak hingga Tewas, Ini Kronologinya
Foto: Ilustrasi kecelakaan (TribunJatim.com/ M Sudarsono)
Dua mahasiswi meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan dalam perjalanan menuju ke kampusnya pada Rabu (16/3/2022) sekitar pukul 08.00 WIB.
Sepeda motor (sepmor) jenis Honda Scoopy yang mereka kendarai bertabrakan dengan bus sekolah milik Pemkab Aceh Utara di Jalan Banda Aceh-Medan, kawasan Desa Meucat, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara.
Kedua mahasiswi itu adalah Yeni Mulyani (20) asal Desa Lang Nibong, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, dan Dinatul Fuadi (19) asal Desa Matang Kelayu, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara.
Informasi yang diperoleh Serambi, kedua korban merupakan mahasiswa yang kuliah pada kampus di kawasan Lhokseumawe.
Kapolres Aceh Utara, AKBP Riza Faisal MM, melalui Kasat Lantas, AKP Adek Taufik.
kepada Serambi, Rabu (16/3/2022), menjelaskan, kejadian itu berawal saat Yeni yang memboncengi Dinatul mengendarai sepeda motor Scoopy dengan kecepatan tinggi dari arah Lhoksukon menuju Lhokseumawe.
Setiba di lokasi kejadian, menurut Kasat Lantas, tiba-tiba ada mobil angkutan umum yang berhenti untuk menurunkan penumpang.
Untuk menghindari tabrakan dengan mobil tersebut, lanjut AKP Adek Taufik, Yeni memacu sepmornya di sebelah kanan jalan.
Dalam waktu bersamaan, dari arah berlawanan muncul bus sekolah Pemkab Aceh Utara yang sedang mengantar Aparatur Sipil Negara (ASN) ke Lhoksukon.
Sehingga, langsung terjadi tabrakan.
Akibat kejadian itu, kedua mahasiswi tersebut terpental ke badan jalan dan mengalami luka serius.
Dinatul meninggal di lokasi kejadian, sementara Yeni mengalami kritis.
Lalu, keduanya langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Cut Meutia (RSUCM) Aceh Utara oleh petugas medis Puskesmas Syamtalira Aron menggunakan ambulans puskesmas setempat.
Setiba di RSCM, tambahnya, Yeni juga sudah mengembuskan nafas terakhir.
Menurut Kasat Lantas, setelah kejadian itu petugas langsung menuju ke lokasi untuk mengumpulkan keterangan dan barang bukti.
Sekitar pukul 11.00 WIB, keluarga kedua korban tiba di rumah sakit.
Kemudian, jenazah Yeni dan Dinatul langsung dibawa pulang ke rumahnya masing-masing menggunakan ambulans RSUCM.
“Barang bukti berupa sepmor korban dan bus sekolah Pemkab Aceh Utara yang disopiri Amren (50), warga Meunasah Reudeup Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, sudah kita amankan,” ujar Kasat Lantas.
AKP Adek Taufik mengungkapkan, pihaknya akan terus mengumpulkan barang bukti dan keterangan dari masyarakat untuk penyidikan kasus kecelakaan tersebut.
Polisi Imbau Pengguna Jalan Hati-hati
Foto: Ilustrasi kecelakaan (Tribun-medan.com/ Dedy Kurniawan)
Kasat Lantas Polres Aceh Utara, AKP Adek Taufik, juga menyebutkan, untuk proses lanjutan kasus tersebut, pihaknya akan memanggil warga yang mengetahui insiden itu guna dimintai keterangan terkait kronologi kejadian.
“Tadi (kemarin-red) kita sudah menginterogasi beberapa warga di lokasi kejadian saat proses penyelidikan,” ujarnya.
Selama ini, menurut AKP Adek Taufik, petugas rutin mengadakan sosialisasi ke sekolah, dayah, dan ke desa-desa agar masyarakat tertib berlalu lintas, sehingga bisa mencegah terjadi kecelakaan di jalan raya.
“Penggunaan helm sangat penting untuk menghindari hal-hal fatal bila terjadi kecelakaan,” ungkap Adek Taufik.
Untuk itu, Kasat Lantas kembali mengimbau pengguna jalan agar lebih berhati-hati ketika melintasi jalan raya, apalagi pada jam masuk kerja ( pagi) dan jam pulang kerja (sore) dimana kondisi arus lalu lintasnya lebih padat.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk memperhatikan titik-titik yang rawan terjadi kecelakaan lalu lintas.
“Titik rawan kecelakaan lalu lintas sebelumnya juga sudah kita pasang tanda, agar pengguna jalan lebih berhati-hati saat melintasi kawasan tersebut.
Selain itu, dalam setiap kesempatan kita juga selalu mengedukasi masyarakat akan tertib berlalu lintas,” demikian Kasat Lantas Polres Aceh Utara.
Terpisah, Keuchik Lang Nibong, Kecamatan Baktiya Barat, Ramli, kepada Serambi, kemarin, menyebutkan, Yeni termasuk salah satu mahasiswi di kampungnya yang sedang kuliah pada perguruan tinggi yang ada di kawasan Lhokseumawe dan ia termasuk mahasiswi baru.
“Yang saya tahu, dia (Yeni) kuliah di Lhokseumawe, tapi saya lupa kampusnya,” ujar Keuchik.
Setelah mengetahui kejadian, menurut Ramli, ayah korban langsung mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah Cut Meutia (RSUCM) untuk menjemput jenazah anaknya dan dilaksanakan fardhu kifayah.
“Tadi siang (siang kemarin-red) sudah selesai dikebumikan.
Sedangkan satu korban lagi adalah mahasiswi dari Kecamatan Baktiya,” pungkas Keuchik Ramli.
(SerambiNews.com)
Berita Kecelakaan Lalu Lintas Lainnya
Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul 2 Mahasiswi Meninggal Saat ke Kampus, Sepmor Bertabrakan dengan Bus Sekolah