Berita Seleb
Sosok Crazy Rich Sesungguhnya, Sederhana Tak Suka Pamer Harta, Beri Tanahnya untuk Pemakaman Covid
Nama Jusuf Hamka mendapatkan sorotan karena berniat menjadikan tanah miliknya yang seluas 10 hektar sebagai lokasi pemakaman jenazah pasien Covid
TRIBUNMANADO.CO.ID - Sosok orang kaya sesungguhnya, hidup sederhana tak suka pamer harta, beri tanahnya untuk pemakaman pasien Covid
Dialah sosok Jusuf Hamka yang Penampilannya pun sangat sederhana dan jauh dari kata mewah
Jusuf Hamka alias Babah Alun juga dikenal sebagai pengusaha dermawan.
Istilah crazy rich alias super kaya sedang populer di Tanah Air belakangan ini
Mereka yang dijuluki sebagai crazy rich tersebut berlomba-lomba pamer kemewahan dan harta kekayaannya.
Namun justru sosok crazy rich sesungguhnya jauh dari kesan mewah dan memilih hidup sederhana.

Termasuk pula sosok konglomerat bernama Jusuf Hamka yang menjadi inspirasi banyak orang.
Beberapa waktu lama, nama Jusuf Hamka mendapatkan sorotan karena berniat untuk menjadikan tanah miliknya yang seluas 10 hektar sebagai lokasi pemakaman jenazah pasien Covid-19.
Pria yang akrab disapa Babah Alun ini turut berperan dalam memerangi percaloan kremasi untuk jenazah pasien Covid-19 di Jakarta.
Jusuf Hamka sendiri merupakan Dewan Pembina dari Krematorium Cilincing yang memerintahkan krematorium tersebut untuk menerima jenazah pasien Covid-19 dan memungut harga rendah untuk jasa kremasi, yakni Rp 7 juta.
Hal ini dilakukan karena sebelumnya sempat beredar berita tentang adanya calo jasa kremasi yang mematok harga hingga ratusan juta rupiah per jenazah pasien Covid-19.
Sebagai informasi, Jusuf Hamka merupakan bos perusahaan jalan tol PT Citra Marga Nusaphala Persada.
Ia dikenal sebagai sosok pengusaha yang dermawan dan kerap membantu masyarakat yang kesusahan.
Lantas siapakah sosok Jusuf Hamka tersebut? Berikut ulasan selengkapnya.
Bukan hanya menginspirasi, sosok Jusuf Hamka justru menularkan banyak kebaikan bagi banyak orang.
Bahkan Teuku Wisnu yang merupakan seorang selebriti Tanah air pun menjadikan pemilik nama lengkap Mohammad Jusuf Hamka panutan.

Hal ini terlihat dalam unggahan terbaru Teuku Wisnu dalam laman Instagramnya.
Ia membagikann video singkat mengenai sosok Jusuf Hamka atau yang akrab disapa Babah Alun.
Dalam video tersebut, Jusuf Hamka tengah berbincang dengan Rudi Salim yang juga merupakan seorang pengusaha.
Dalam perbincangan itu, Jusuf Hamka mengakui jika dirinya tidak pernah merasa kaya.
Padahal seandainya ia mau membeli apapun bisa karena kesuksesan yang diraihnya.
Namun tidak demikian, ia membeli sesuatu sesuai kebutuhan, bukan keinginan.
"Bosen nggak jadi orang kaya, Pak?" tanya Rudi Salim.
"Saya nggak pernah merasa jadi orang kaya, jadi saya nggak bosen-bosen," ungkap Jusuf Hamka.
"Jadi karena sampai saat ini Rudi lihat mana sih gaya saya kayak gaya orang kaya, celana aja jeans, belinya di Bandung, di Cihampelas, baju juga biasa aja, pakai jam tanga juga Seiko, nggak berasa kaya, cuma ya cukup-cukup aja lah, maksudnya mau makan bisa lah," tambahnya.
"Kita mau apa, beli tanah 100 hektar bisa, mau beli pesawat bisa, mau beli supercar bisa," lanjut Rudi Salim.
"Gini loh, setiap kita mau beli barang, kita lihat azas manfaat, kalau azas manfaatnya nggak ada, saya pikir sudahlah keinginan-keinginan aja," tegas Jusuf Hamka.
Hal inilah yang menjadi inspirasi bagi Teuku Wisnu seperti yang dituliskannya melalui keterangan unggahan.
"Dari Baba @jusufhamka kita belajar…
Bahwa membeli sesuatu haruslah bijak. Bukanlah berdasarkan nafsu atau keinginan belaka, melainkan kebutuhan atau ada tidaknya manfaat dari pembelian tersebut.
Kalau ditanya mampu atau engga,Tentu, sangat mudah bagi beliau…
Namun inilah, beliau, “Semakin berisi, semakin membumi”. Maa Syaa Allah," ungkap Teuku Wisnu.

Berikut ini 7 prinsip hidup sukses ala Jusuf Hamka
1. Punya mimpi dan berani mewujudkannya
2. Mensinergikan kemampuan terbaik di lingkungan sekitar
3. Bergaul dengan para senior dari berbagai kalangan
4. Selalu hormat kepada ibu-bapak
5. Amanah, menepati janji
6. Selalu merasa bodoh dan mau belajar
7. Hidup dan berpenampilan sederhana
Meski tak punya ijazah formal, anak ideologis Professor Buya Hamka ini tergolong sukses sebagai profesional dan pebisnis.
Kerap disapa Babah Alun, ia termasuk di antara konglomerat Indonesia yang tak segan makan di warung pinggir jalan.
Ia merupakan sosok pengusaha asal Samarinda yang pernah menjabat sebagai direktur utama beberapa perusahaan.
Melalui akun Instagram pribadinya, ia kerap membagikan momen ketika menyantap makan di warung pinggir jalan.
Dengan menggunakan mobil mewah, Jusuf Hamka tampak tak gengsi masuk ke sebuah warung, bahkan menyapa beberapa warga.
Begitu merakyat, pengusaha jalan tol ini hanya mengenakan setelan kaus oblong dan celana pendek.
Ia tampak santai menikmati hidangan sederhana di warung tersebut.
Pada kesempatan lain, Jusuf Hamka juga sempat kedapatan tengah menikmati semangkuk soto gerobak di pinggir jalan.
Momen itu terekam dalam sebuah video yang diambil di warung soto kuning kaki lima di Bogor, Jawa Barat.
Pada video itu, tampak Jusuf Hamka menyapa ke hadapan kamera seraya memuji makanan yang ia santap.
Kini Jusuf Hamka yang telah berusia 64 tahun lebih banyak mencurahkan waktunya untuk kegiatan sosial.
Profil Jusuf Hamka
Mohammad Jusuf Hamka atau juga dikenal dengan nama Babah Alun lahir dengan nama Alun Joseph di Jakarta, 5 Desember 1957.
Untuk diketahui, orang tua Jusuf Hamka adalah pendidik.
Ayahnya yaitu Joseph Suhaimi adalah dosen dengan banyak gelar, sementara sang ibu yakni Suwanti Suhaimi berprofesi sebagai guru.
Adapun, Jusuf Hamka sendiri merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara.
Saat masih kecil Jusuf Hamka sudah hidup di perkampungan kecil.
Sejak kecil, Jusuf telah ditempa dengan kehidupan pas-pasan.
Dia pun sudah terbiasa dengan rutinitas berjualan keliling setiap pulang sekolah.
Meski keduanya berprofesi sebagai pendidik, Jusuf Hamka hanya lulusan SMA.
Ia pernah beberapa kali kuliah tetapi tidak selesai.
Di masa muda, dia pernah mengenyam pendidikan di sejumlah perguruan tinggi ternama, tapi tak ada yang tuntas.
Bukan karena kurang cerdas, cuma dia memang tak suka dengan formalitas.
Pada tahun 1986, Jusuf Hamka mulai bekerja di bidang konstruksi jalanan sebagai seorang supir traktor pembuat jalan.
Pekerjaan yang dilakoninya selama 3 tahun ini masih berlokasi di Samarinda, Kalimantan Timur.
Kala itu, ia dan keluarganya tinggal di desa Bukuan Kecamatan Palaran, di pinggir Sungai Mahakam, dengan gaji Rp 750 ribu/ bulan.
Kehidupan Jusuf Hamka jauh dari kata mewah.
Keluarganya hidup sederhana di pedalaman Samarinda.
Bagi Jusuf saat itu, makan dengan telur dan kornet saja sudah hal yang mewah.
Bahkan, untuk makan sayur harus menunggu Pasar Pekan yang buka satu minggu sekali.
Tuhan tidak pernah tidur. Atas kerja kerasnya meraih kesuksesan, Jusuf Hamka merasa sangat bersyukur dan menyebut Tuhan berperan luar biasa dalam hidupnya.
Atas kuasa-Nya, kini dirinya berhasil menjadi seorang bos jalan tol dan dipercaya menjadi pengelola di kawasan Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur. (Sripoku)
Artikel ini telah tayang di Sripoku.com