Tenaga Honorer

Baru Terungkap Ternyata Ini Alasan Pemerintah Hapuskan Tenaga Honorer, Bagaimana Nasib Mereka?

Sebelumnya telah diumumkan bahwa tenaga honorer akan dihapuskan. Terkait hal tersebut sempat menjadi sorotan publik.

Editor: Glendi Manengal
Internet
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebelumnya telah diumumkan bahwa tenaga honorer akan dihapuskan.

Terkait hal tersebut sempat menjadi sorotan publik.

Ternyata ini alasan pemerintah menghapus tenaga honorer mulai 2023.

Baca juga: Baru Terungkap Kalau Doddy Sudrajat Bertengkar Hebat dengan Puput, Kini Ayah Vanessa Digugat Cerai

Baca juga: Apindo Sulut Berharap Ada Subsidi Pemerintah Terkait Tarif Tol Manado Bitung

Baca juga: Aplikasi PeduliLindungi Terpampang di Kantor Bupati Boltim

Pemerintah menghentikan rekrutmen honorer di pemerintahan pusat maupun daerah.

Seiring wacana itu, pemerintah menegaskan mulai 2023 tidak ada lagi tenaga honorer yang bekerja di seluruh instansi pemerintahan.

Honorer yang memenuhi syarat dan kriteria akan diangkat menjadi ASN melalui proses seleksi CPNS.

Sedangkan honorer yang tidak masuk skema pengangkatan akan dialihkan menjadi tenaga outsourcing.

"Instansi pemerintah diberikan kesempatan dan batas waktu hingga tahun 2023 untuk menyelesaikan permasalahan tenaga honorer yang diatur melalui PP," kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara Tjahjo Kumolo, melalui keterangan resminya pada Selasa (18/1/2022) dikutip dari Kompas.com.

Lantas, apa alasan pemerintah menghentikan rekrutmen tenaga honorer mulai 2023?

Alasan pemerintah setop rekrutmen tenaga honorer mulai 2023

Alasan pemerintah menghentikan rekrutmen tenaga honorer mulai 2023 adalah karena rekrutmen tenaga honorer mengacaukan kebutuhan formasi ASN di instansi pemerintah.

Rekrutmen tersebut dilakukan secara terus menerus, membuat permasalahan akan tenaga honorer menjadi tak berkesudahan.

“Adanya rekrutmen tenaga honorer yang terus dilakukan tentu mengacaukan hitungan kebutuhan formasi ASN di instansi pemerintah. Hal ini juga membuat pemasalahan tenaga honorer menjadi tidak berkesudahan hingga saat ini. Oleh karenanya, diperlukan kesepahaman ataupun sanksi bagi instansi yang masih merekrut tenaga honorer," kata Tjahjo.

Terdapat kekhawatiran yang dirasakan oleh pemerintah dalam rekrutmen tenaga honorer yang tak berkesudahan oleh instansi pemerintah daerah.

Halaman
1234
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved