Gosip Artis
Jadi Sorotan Dunia Akhirnya Kasus Tewasnya Tangmo Nida Batal Ditutup, Polisi Lakukan Autopsi Ulang
Polisi yang sebelumnya membantah menemukan cedera seperti itu, kini akhirnya mengirimkan kembali bukti forensik untuk pemeriksaan ulang.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasus kematian Tangmo Nida sudah jadi sorotan dunia.
Oleh karena itu, kasus yang dikabarkan telah ditutup pihak kepolisian Thailand kini dibuka kembali.
Polisi pun kini mulai melakukan autopsi.
Pasca mencuatnya rekaman suara dan CCTV sesaat sebelum kematian Tangmo, kini penyelidikan kasus kematian artis cantik Thailand terus berlanjut.
Rekaman suara itu berdurasi sekitar 13 detik dan rekaman CCTV berdurasi sekitar 7 detik.
Sebelumnya, penyelidikan kasus kematian aktris Thailand, Tangmo Nida, diperkirakan akan ditutup pada Jumat 11 Maret 2022.
Dikutip Tribun-Bali.com dari kanal YouTube seorang content creator dengan nama "Anjas di Thailand" yang secara konsisten memberikan analisa terkait kasus ini, penyidikan kasus kematian Tangmo masih berlanjut.
Berdasarkan keterangan terbaru dari Letnan Jenderal Polisi Jiraphat Phumchit, selaku Komandan Polisi Provinsi Daerah 1 mengatakan bahwa kasus Tangmo Nida masih belum ditutup hari ini.
Jiraphat menyatakan bahwa pihaknya masih membutuhkan waktu sekitar 4 minggu lagi untuk menentukan apakah kematian Tangmo Nida adalah kecelakaan atau pembunuhan.
Hal ini karena kasus kematian Tangmo ini telah menjadi isu besar yang viral di Thailand.
Sehingga polisi harus berhati-hati dalam menyimpulkan karena adanya tekanan publik yang begitu besar.
Anjas menyatakan bahwa saat ini memang kasus kematian Tangmo Nida ini menjadi trending topik di Thailand.
Sehingga jika kasus ini ditutup sebagai kecelakaan, tentunya akan menimbulkan ketidakpercayaan publik kepada pihak berwenang.
Jiraphat juga mengatakan pihak berwenang sedang mengumpulkan bukti forensik baru setelah seorang saksi mengumumkan ke publik dengan tuduhan dia memiliki luka yang tidak diungkapkan oleh penyelidik.
Jiraphat menambahkan bahwa sampai saat ini pihak kepolisian setempat sedang dalam proses mengumpulkan bukti-bukti dari hasil forensik yang sebelumnya telah dikirim ke Departemen Kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran Rumah Sakit Siriraj Universitas Mahidol.
Hasil autopsi pertama yang dirasa sangat tidak detail oleh netizen dan tokoh di Thailand, memaksa kepolisian harus melakukan autopsi kedua.
Selanjutnya, seorang aktor senior Thailand yang juga turut membantu evakuasi jenazah Tangmo, Ekkapun Bunluerit adalah orang yang paling kecewa atas hasil autopsi dari jenazah Tangmo.

Hal itu karena dia mengaku melihat gigi patah dan memar di wajah korban, di sekitar mata kanannya, yang tampak seperti akibat kekerasan benda tumpul.
Polisi yang sebelumnya membantah menemukan cedera seperti itu, kini akhirnya mengirimkan kembali bukti forensik untuk pemeriksaan ulang.
Ekkapun, mengatakan gigi patah terlihat saat penyidik mengambil sampel dari dalam mulut Tangmo.
Dia mengatakan bahwa dia mengharapkan rincian itu diumumkan.
"Saya melihat giginya patah," kata Ekkapun yang dibacakan ulang oleh kanal YouTube Anjas di Thailand
"Saya belum mengatakan apapun sebelumnya karena saya pikir prosesnya akan mengungkapkan hasil itu."
"Tetapi sampai hari ini, saya belum pernah melihat laporan seperti itu, jadi saya maju untuk berbicara," sambungnya.

Kesaksian dari Ekkapun telah meningkatkan kecurigaan publik.
Hal ini membuat publik curiga bahwa adanya semacam penyamaran untuk menyembunyikan keadaan sebenarnya dari kematian aktris berusia 37 tahun itu.
Autopsi kedua pun sudah dilakukan untuk mengkaji ulang penyebab kematian artis cantik itu.
Sebelumnya, kepala polisi nasional Thailand, Suwat Jangyodsuk mengatakan kematian aktris Tangmo tampaknya merupakan kecelakaan.
Ia menyatakan bahwa Tangmo Nida jatuh dari kapal karena Phaiboon Trikanjananun atau Robert belum pandai mengemudikan kapal.
Sang supir disebut tidak sengaja mempercepat laju kapal saat Tangmo di bagian belakang kapal untuk buang air kecil.

Adapun pengemudi speedboat, Robert Phaiboon Rtikanjananun pada malam kecelakaan Tangmo Nida juga dilaporkan telah membuat pengakuan.
Robert mengaku mengemudikan speedboat meskipun tidak begitu familiar dengan kapal itu.
Ia pun menjelaskan kronologi kejadian yang sama sekali berbeda dengan cerita awal kasus ini.
Robert mengaku nekat mengemudikan speedboat pada 24 Februari 2022 di Sungai Chao Phraya dan membawa lima penumpang.
Saat dikemudikan Robert, speedboat tiba-tiba bergerak hingga membuat Tangmo Nida yang hendak bangun dari bagian kiri kapal malah terjatuh ke sungai.
Padahal, dalam kesaksian sebelumnya, pemilik speedboat, Por Tanupat Lerttaweewit mengatakan bahwa Tangmo Nida pergi ke bagian belakang perahu untuk buang air kecil. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Bali.com