Berita Bitung

Basarnas Manado Tutup Pencarian Bayi Tenggelam di Pantai Madidir Bitung

Basarnas Manado, resmi menghentikan proses pencarian terhadap seorang bayi usai tujuh bulan yang tenggelam di Pantai Madidir Kota Bitung

Christian Wayongkere/tribun manado
Mobil operasional Basarnas Manado meninggalkan posko pencarian, yang hari ini resmi di tutup Jumat (11/3/2022). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, ManadoBasarnas Manado, resmi menghentikan proses pencarian terhadap seorang bayi usai tujuh bulan yang tenggelam di Pantai Madidir Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Jumat (11/3/202).

Bayi laki-laki bernama Ilham Tampilang, bersama keluarganya seorang bocah usiah (3), perempuan ibu dari dua anak dan seorang lali-laki dewasa opa dari kedua bocah.

Mengalami peristiwa naas, perahu pakura yang di tumpangi mereka terbalik dan mereka tenggelam di pantai Madidir di Kelurahan Mandidir Weru Kecamatan Madidir kota Bitung, Selasa kemarin.

Akibat peristiwa itu Muhamad Tampilang (3), meninggal dunia.

Sementara sang ibu Atika Pusputi dan Irsan Manoarfa ayah dari Atika dan kakek dan dua korban selamat dari peristiwa maut itu.

Menurut Jendry S Paendong, Ka Ops Basarnas Manado hingga Jumat hari ini proses pencarian yang dilakukan bersama potensi SAR, masyarakat dan pihak keluarga belum membuahkan hasil.

“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin dan berusaha namun Tuhan berkehendak lain. Sehingga hari ini kita close untuk proses pencarian," kata Jendry S Paendong Ka Ops Basarnas Manado di posko pencarian, Jumat (11/3/2022).

Hingga hari keempat, proses pencarian terhadap seorang bayi laki-laki usia tujuh bulan belum ada tanda-tanda di temukan.

Pencarian yang dilakukan oleh potensi SAR terkait, berlangsung secara maksimal hingga memperluas area pencarian ke wilayah Selatan, Utara dan Timur Perairan Selat Lembeh.

Setelah proses pencarian di tutup, dan jika ada informasi tanda-tanda penemuan dari objek yang di cari, menurutnya tidak menutup kemungkinan untuk kegiatan selanjutnya akan melakukan pemantauan.

Dengan terus melakukan koordinasi dan komunikasi, dengan potensi SAR lainnya termasuk masyarakat.

Pihak berharap, atas kehendak Tuhan bayi yang kami cari bisa ditemukan.

Pihak Basarnas Manado berpesan, jika masyarakat mendapat informasi ada tanda-tanda atau ditemukan yang kami cari operasional pencarian akan kembali dilakukan.

Pada kesempatan itu Jendry S Paendong Ka Ops Basarnas Manado, menerangkan terkait durasi atau waktu pencarian yang dilakukan hanya empat hari bukan tujuh hari.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved