Berita Manado

Mulai Besok di Bandara Samrat Manado, Pelaku Perjalanan Domestik Tak Perlu Hasil PCR-Antigen

Meskipun demikian, aturan tersebut belum diterapkan di Bandara Internasional Sam Ratulangi (Samrat) Manado.

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Rizali Posumah
Tribun Manado/Fernando Lumowa
Penumpang yang tiba di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado menjalani pemeriksaan antigen. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah pusat mengeluarkan  aturan terbaru bagi pelaku perjalanan dalam negeri (domestik) 

Salah satu aturannya ialah Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yang tak perlu lagi memperlihatkan hasil pemeriksana PCR atau antigen bagi mereka yang sudah divaksin Covid-19 lengkap (dua kali). 

Hal itu diatur dalam SE Satgas Covid-19 nomor 11 tahun 2022 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada Masa Pandemi Covid-19. 

Meskipun demikian, aturan tersebut belum diterapkan di Bandara Internasional Sam Ratulangi (Samrat) Manado

Penumpang yang berangkat masih diminta menunjukkan bukti hasil peneriksaan PCR atau antigen. 

Terkait hal ini, General Manager (GM) PT Angkasa Pura I Bandara Samrat Manado, Minggus ET Gandeguai mengatakan, aturan itu tak langsung diterapkan karena baru dikeluarkan. 

"Selain itu, kita perlu menunggu salinan SE tersebut. Perlu penyesuaian di lapangan," kata Minggus kepada Tribunmanado.co.id, Selasa (08/03/2022) 

Selain itu, Bandara Samrat juga perlu menunggu aturan lainnya dari otoritas terkait yakni SE Menhub.

Edaran dimaksud baru keluar Selasa siang. SE Menhub nomor 21 tahun 2022 mengatur hal yang sama. 

Minggus memastikan, aturan bagi PPDN itu efektif berlaku Rabu (09/03/2022). 

"Besok kita terapkan. Hari ini sudah kita siapkan, termasuk penerapannya di lapangan," kata Minggus. 

Diketahui, aturan terbaru PPDN, bagi penumpang yang sudah dua kali vaksin Covid-19 tak perlu menunjukkan hasil negatif PCR atau antigen. 

Bagi yang baru sekali, wajib PCR 3x24 jam atau antigen 1x24 jam. 

Sementara yang belum divaksin karena sakit wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR 3x24 jam atau antigen 1x24 jam serta surat keterangan dari dokter di RS pemerintah yang menyatakan yang bersangkutan tak bisa divaksin.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved