Human Interest Story
Cerita Sakina Anusi, Penjual Jagung Bakar di Jalan Ringroad Manado
Sakina menceritakan hasil jualan mereka tergantung pembeli yang datang. Pasalnya banyak penjual jagung di sekitar itu
Laporan Wartawan TribunManado Injilita Karwur
TRIBUNMANADO.CO.ID - Cerita Sakina Anusi, penjual jagung bakar di Jalan Ringroad Kota Manado, Sulawesi Utara.
Wanita asal Gorontalo ini memiliki kios dan berjualan jagung bakar bersama suami dan anak mereka.
Sakina menceritakan hasil jualan mereka tergantung pembeli yang datang. Pasalnya banyak penjual jagung di sekitar itu
"Setiap bulan bayar uang sewa Rp 1.850.000," ungkapnya, pada Sabtu (07/03/2022)
Tak hanya jagung bakar, dia juga menjual saraba, ayam lalapan, mie ceplok, jagung siram, dan menu minuman lain, termasuk kopi dan teh.
Dia pun menceritaka suka duka berjualan jagung bakar.
"Kadang-kadang harga jagung naik, belum lagi bumbunya." kata dia.
Katanya, selama pandemi covid, pendapatannya menurun karena menurunnya pembeli.
Dia menjual jagung Rp 7.000 per buah.
"Kalau cuaca bagus, jika ramai bisa menghabiskan 40 biji jagung terjual," bebernya.
Dia mengaku pembeli akan banyak pada akhir pekan yakni malam Minggu dan malam Senin.
Kendati begitu, dia terus bersyukur atas semua hasil penjualan yang dia dapatkan
"Ada dan tidak adanya pemasukkan, saya syukuri dengan apa adanya," katanya.
Selain berjualan, kios tersebut keluarganya gunakan untuk tempat tinggal. "Hanya pakai tikar dan selimut,"tuturnya.
Wanita yang memiliki 5 anak ini mengungkapkan saat hujan harus pindah-pindah karena atap bocor.
"Kalau buang air besar kita pakai toilet SPBU," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/sakina-anusi-rrr.jpg)