Berita Manado

BPBD Manado Imbau Warga di Daerah Rawan Bencana Evakuasi Mandiri, Jangan Tunggu Pemerintah

Manado, Sulawesi Utara (Sulut) menjadi salah satu daerah yang mengalami cuaca ekstrem beberapa hari terakhir.

Penulis: Isvara Savitri | Editor: Chintya Rantung
Tribun manado / Andreas Ruaw
Kantor BPBD Manado 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Manado, Sulawesi Utara (Sulut) menjadi salah satu daerah yang mengalami cuaca ekstrem beberapa hari terakhir.

Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan bencana banjir dan longsor di sekitar 22 kelurahan.

Berdasarkan data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut, ada sekitar 127 kepala keluarga (KK) yang terdampak.

Kepala Bidang (Kabid) Penanganan Darurat BPBD Manado, Angelina Juli Bajodo mengatakan, pihaknya terus bekerjasama dengan instansi terkait seperti kepolisian, TNI, Kementerian PUPR, BPBD Sulut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan SAR Nasional (Basarnas) Manado, Dinas Sosial (Dinsos) Manado, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Manado, Baguna, dan pemerintah setempat untuk mengatasi dampak bencana.

Terkait bantuan, Juli mengatakan Baguna sudah memberikan makanan siap saji bagi warga terdampak.

"Kalau dari BPBD Manado bekerjasama dengan Dinsos Manado sudah memberikan bantuan dalam bentuk family kit tetapi hanya untuk warga yang benar-benar terdampak parah," terangnya, Minggu (6/3/2022).

Kemudian, Juli mengatakan warga sekitar lokasi bencana juga banyak memberikan bantuan dan turut membantu membersihkan material yang dibawa banjir maupun longsor.

Terkait dapur umum, Juli mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinsos Manado dan mendapat kesimpulan bahwa dapur umum belum dibutuhkan.

Hal tersebut karena banjir yang cepat surut.

"Tapi kalau masih terus berlanjut, tetap harus dibuat," sambung Juli.

BPBD Manado juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak diam di rumah, dan mengevakuasi diri ke rumah tetangga atau saudara yang lebih aman.

Juli sudah meminta kepada para kepala lingkungan agar mengimbau masyarakat mengungsi melalui pengeras suara yang ada di perkampungan.

"Kami imbau lakukan evakuasi mandiri, jangan menunggu pemerintah. Kalau memang lokasinya sudah rawan, jangan tidur di situ. Materi masih bisa dicari, namun nyawa tidak," pungkasnya.

Baca juga: Cuaca Ekstrem Akan Terjadi Hari Ini Senin 7 Maret 2022, Data Terbaru BMKG Ini Daerah yang Berpotensi

Baca juga: Potret Cantik Istri Bang Tigor, Beda Usia 24 Tahun dengan Suami, Kerap Terlihat Kompak dan Bahagia

Baca juga: Angelina Sondakh Punya Pekerjaan Baru Usai Bebas, Bukan Politisi Apalagi Artis Sekarang Uang Habis

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved