Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cuaca

Hujan Lebat dan Angin Kencang Potensi Terjadi Kamis 3 Maret 2022, Info BMKG Ini Daerah Patut Waspada

Info BMKG akan terjadi hujan lebat hari ini Kamis 3 Maret 2022. Prakiraan cuaca BMKG hujan lebat dapat disertai angin kencang. 

Tayang:
Freepik.com
Prakiraan cuaca hari ini Kamis 3 Maret 2022. Ilustrasi hujan lebat. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Info BMKG akan terjadi hujan lebat hari ini Kamis 3 Maret 2022

Prakiraan cuaca BMKG hujan lebat dapat disertai angin kencang

Berpotensi terjadi di beberapa daerah. 

Baca juga: Zikir Ini Jarang Diketahui, Amalkan Setiap Hari, Sering Dibaca oleh Nabi Muhammad SAW

Baca juga: Tatong Bara di Markas Polres Kotamobagu: Pemerintah Sangat Prihatin dan Akan Support 

Baca juga: Petugas Damkar Sebut Api Muncul dari Ruangan Dekat Sel Tahanan

ilustrasi hujan lebat

ilustrasi hujan lebat (dailyexcelsior.com)

Berikut daftar wilayah di Indonesia patut waspada cuaca ekstrem hari ini. 

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah merilis peringatan dini cuaca ekstrem di Indonesia.

Sesuai informasi pada laman web.meteo.bmkg.go.id, Deputi Bidang Meteorologi, Rabu (2/3/2022), menyampaikan adanya Ex-Siklon Tropis ANIKA terpantau di perairan barat Australia yang bergerak masuk daratan dan kecepatan angin cenderung melemah.

Kemudian juga masih terpantau sistem 95S di perairan sebelah selatan Jawa Timur-NTB.

Kedua sistem ini dapat mempengaruhi peningkatan kecepatan angin (low level jet) hingga >25 knot di sekitar wilayah Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, dan perairan sebelah selatan Jawa hingga NTB.

Ilustrasi hujan lebat.

Ilustrasi hujan lebat. (Freepik.com)

Kondisi ini juga membentuk daerah pertemuan/perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang dari Jawa Tengah hingga NTB, di NTT.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan, kecepatan angin, dan ketinggian gelombang di sekitar sistem siklon tropis, di sepanjang konvergensi dan di sepanjang low level jet tersebut.

Sirkulasi siklonik terpantau di Kalimantan Barat bagian utara yang membentuk daerah konvergensi memanjang dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Tengah.

Daerah konvergensi lainnya juga terpantau memanjang dari Semenanjung Malaysia hingga Riau, dari Sumatera Utara hingga Jambi, di Pesisir timur Jambi, dari Banten hingga Jawa Barat, dari Kalimantan Utara hingga Kalimantan Selatan, dari Sulawesi Tengah hingga Sulawesi Tenggara, di Laut Maluku dan di Papua Barat.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved