Digital Activity
Penerapan Protokol Kesehatan di RS Siloam Manado Selama Pandemi Covid-19
Di awal pandemi Covid-19, Citra dan perawat lainnya tidak tahu apakah harus merawat pasien Covid-19 atau bukan.
Penulis: Isvara Savitri | Editor: Rizali Posumah
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Pandemi virus corona (Covid-19) tentu sangat berpengaruh terhadap dunia kesehatan.
Hal ini juga dirasakan oleh Kepala Perawat Unit Rawat Inap Dewasa di Rumah Sakit Siloam Hospital Manado, Citra Marianti Ningsih.
Sejak awal pandemi Covid-19, tenaga kesehatan (nakes) termasuk Citra merasa takut.
Di awal pandemi Covid-19, Citra dan perawat lainnya tidak tahu apakah harus merawat pasien Covid-19 atau bukan.
Ada pula pasien yang berbohong bahwa mereka bergejala atau melakukan perjalanan ke luar daerah.
"Terlebih waktu itu kami belum siap menghadapi pandemi Covid-19, harus pakai APD lengkap.
Lalu karena kami yang merawat pasien pengidap Covid-19, tak jarang kami menjadi pembawa virus ke keluarga kami," jelas Citra dalam Program Tribun Bacerita: Tantangan Perawat di Tengah Pandemi Covid-19, Sabtu (26/2/2022).
Setelah melalui proses panjang, ketakutan terhadap pandemi Covid-19 sudah berkurang dan Citra lebih siap sebagai garda terdepan melawan Covid-19.
Di tengah munculnya pandemi Covid-19, standar operasional prosedur (SOP) di rumah sakit pun banyak yang berubah.
Misalnya saja adanya screening sesuai protokol Covid-19 sebelum calon pasien dirawat di rumah sakit.
Di RS Siloam Manado sendiri ada ruang transit perawatan yang digunakan pasien untuk menunggu hasil swab PCR keluar, yang dilakukan saat screening.
"Di ruang transit pasien tetap dirawat dan diberi obat sambil menunggu hasil swab PCR keluar.
Kalau hasilnya yang keluar negatif akan kami pindahkan ke ruang rawat biasa," tutur perempuan lulusan Universitas Katolik (Unika) De La Salle ini.
Jika pasien positif Covid-19, maka RS Siloam Manado akan merujuk pasien ke rumah sakit yang merawat khusus pasien Covid-19.
Hal tersebut sebagai bentuk jaminan dari RS Siloam Manado bahwa pasien dan nakes aman dari Covid-19.