Gadis Jadi PSK

Gadis 16 Tahun Rela Jadi PSK dengan Tarif 300 Ribu, Tergiur karena Orangtua Tak Pernah Kirim Uang

Diketahui gadis tersebut terpaksa menjadi wanita penghibur karena kehidupan orangtuanya pas-pasan dan tak pernah mengirim uang.

Editor: Glendi Manengal
via Tribun Pekanbaru
Ilustrasi 

Gadis belia itu dibawa ke kantor Satpol PP Kabupaten Tanah Laut.

Kepada petugas Satpol PP Tala, dia mengaku hidup dalam keadaan yang kekurangan.

Dikatakannya, orangtua bekerja di Kalimantan Tengah, sedangkan di Kabupaten Banjar ikut bersama nenek.

Tak pernah mendapat kiriman uang dari orangtuanya karena dimungkinkan penghasilan orangtuanya juga pas-pasan.

Masih kata SR kepada petugas, sekolahnya kandas di tengah jalan saat telah duduk di bangku kelas 2 SMA.

Sekitar tujuh bulan lalu ke Kota Pelaihari menjadi penjaga warung malam atau biasa disebut warung jablay (warjab). 

"Namun kemudian berhenti dan ngekos sendiri menjalani prosesi sebagai pekerja seks berbasis online," sebut Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tala, H Muhammad Kusri, mengenai remaja R tersebut, Selasa (22/2/2022). 

SR mengaku awalnya ditawari oleh R untuk melayani tamu lelaki hidung belang.

Dikatakannya, R sebagai perantara penyedia jasa transaksi prostitusi berbasis online.

Lantaran tergiur tawaran tinggi dan impitan ekonomi, SR  menerima tawaran tersebut. 

"Mengakunya mendapat bayaran Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu," sebut Kusri.

Kepada petugas, belia itu menuturkan mengirim uang untuk sang kakak yang berada dalam tahanan.

Aktivitas terlarang yang dilakoni SR akhirnya memunculkan kecurigaan warga di sekitar kos yang bersangkutan.

Warga melapor ke Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tala yang menyebut di kosan tersebut ditengarai ada praktik prostitusi.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved