Berita Mitra

Masuk Level II, Satgas Covid Mitra Minta Masyarakat Taati Prokes

Berdasarkan data dari satgas Covid-19 Provinsi Sulut, Kabupaten Mitra sudah masuk dalam level II kasus Covid-19.

Penulis: Kharisma Kurama | Editor: Chintya Rantung
Kharisma Kuruma/Tribun Manado
Plt Asisten I bagian Pemerintahan dan Kesra Arnold Mokosolang 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Berdasarkan data dari satgas Covid-19 Provinsi Sulut, Kabupaten Mitra sudah masuk dalam level II kasus Covid-19.

Meski demikian, aktivitas masyarakat tidak di berhentikan, namun dibatasi jumlah dari peserta itu sendiri.

Menurut Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Mitra, yang juga Plt. Asisten I bagian Pemerintahan dan Kesra Arnold Mokosolang, di level II ini ada langkah- langkah strategis yang akan dilakukan oleh Pemerintah Daerah berkaitan dengan pembatasan- pembatasan kegiatan masyarakat.

“Kegiatan-kegiatan berkumpul dibatasi dari kapasitas ruangan yang ada. Baik kegiatan keagamaan, kegiatan suka, maupun dalam kegiatan duka,” ujar mantan Kadis PMD.

Ia menjelaskan, satgas Covid-19 Kabupaten hanya memberikan ijin bagi warga masyarakat yang melaksanakan kegiatan dengan syarat membatasi para peserta ataupun jumlah undangan.

“Kegiatan pesta kalau dibatasi memang diakui agak menyulitkan bagi masyarakat untuk melaksanakan acara dengan hanya dibatasi udangannya sebanyak 50 orang,” pungkasnya.

Ditambahnya, tetapi 50 orang tersebut kalau dihitung dalam satu tenda kalau dalam acara tersebut paling tinggi dua tenda. Jadi, setiap 1 tenda bisa di isi sebanyak 25 orang dikalikan dua tenda menjadi 50 orang.

“Adapun tujuan dari pembatasan tersebut, hanya 50 orang. Ini gunanya untuk sebagai pembatasan, kerumunan orang,” ucapnya.

Diterangkan lebih lanjut seorang lelaki yang memiliki sikap tegas tersebut menuturkan, penyebaran Omicron itu dia rentan pada kerumunan orang. Dimana banyak orang berkumpul, jadi pertemuan disitu itu lebih rentan untuk penyebarannya.

“Kami juga membatasi waktu kegiatan, dimana waktu pelaksanaan disaat ini kita di level II saat ini kita dibatasan pukul 21:00 wita atau jam 9 malam. Itu semua sudah bubar, tidak ada lagi kegiatan,” tegas Mokosolang.

Kalaupun tidak mengikuti aturan yang telah di tetapkan, dikatakan Mokosolang petugas satgas desa serta satgas Kecamatan akan bekerjasama dengan TNI dan Polri untuk mengamankan.

“Tidak boleh lagi ada kegiatan di atas jam sembilan malam,” ucap Mokosolang.

Kemudian dilanjutkan Mokosolang, dalam acara tidak diijinkan menggunakan karaoke dalam setiap acara yang telah diijinkan oleh satgas Kabupaten Mitra.

“Karena saya melihat, banyak masyarakat membuat surat ijin tidak menggunakan karaoke. Tetapi dalam prakteknya tetap mereka menggunakan karaoke, bahkan sampai lewat jam 9 malam. Ini kami perketat,” tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved