Jumat, 17 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Longsor di Bitung

BREAKING NEWS Longsor di Bitung, Tembok Rumah Fera Manero Ambruk

Tembok rumah yang ambruk itu terbuat dari batu bata. Roboh karena tanah bercampur pasir.

tribunmanado.co.id/Christian Wayongkere
Rumah warga di Kelurahan Kakenturan II Kecamatan Maesa yang mengalami musibah tanah longsor. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID – Hujan deras yang mengguyur Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), pada Rabu (16/2/2022) malam hingga Kamis (17/2/2022) dini hari sebabkan bencana tanah longsor.

Tembok rumah bagian belakang di rumah semi permanen, milik Keluarga Karambut – Manero di RT 16 lingkungan IV, Kelurahan Kakenturan II Kecamatan Maesa Kota Bitung ambruk.

Tembok tersebut menimpah sebuah ruangan dan kamar.

Tembok rumah yang ambruk itu terbuat dari batu bata. Roboh karena tanah bercampur pasir dari ketinggian menghujam tembok rumah itu.

Beruntung, saat peristiwa itu bagian rumah semi permanen yang roboh belum digunakan sebagai kamar oleh penghuni rumah.

Menurut Fera Manero, seorang ibu rumah tangga di rumah itu, peristiwa terjadi tepat pukul 00.30 Wita.

Peristiwa itu terjadi beberapa saat ketika hujan deras berhenti, dan tiba-tiba Fera mendengar bunyi batu bata ambrok.

“Bagian rumah yang kena longsor, rencana akan dipakai untuk kamar dan dapur.

Saat kejadian di dalam rumah ada tujuh orang jiwa, terdiri dari suami, anak-anak dan cucu. Kami sempat kaget dan melihat tembok sudah roboh,” cerita Fera Manero.

Akibat peristiwa itu, beberapa bagian rumah nampak mulai tidak lurus alias miring sehingga pihaknya melakukan upaya manual dengan menahan bagian yang miring dengan kayu.

Pasca kejadian Fera mengaku, langsung didatangi pemerintah kelurahan dan Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Kota Bitung.

Mereka melakukan pendataan dan mengecek kondisi warga.

Selain menantikan bantuan berupa natura atau sembako, pihaknya berkeinginan agar dibagian belakang rumah itu di pasang tanggul agar bisa menahan tebing di ketinggian di belakang rumah.

Selain di rumah itu, satu rumah yang tak jauh dari lokasi longsor sering menjadi langganan longsor, namun kali ini rumah itu aman-aman saja.

Sementara itu,pemerintah Kecamatan Maesa bersama kelurahan turun ke lokasi kejadian longsor.

“Jadi kami sudah menampung solusi dari warga untuk membuat tanggul, agar tidak terjadi longsor-longsor susulan di wilayah itu,” kata Hendri Enock Camat Maesa melalui Reymond Ayal Sekretaris Kecamatan.

Pihaknya juga sudah menyampaikan laporan digital lewat media sosial, kepada instansi terkait di kota Bitung untuk memperhatikan dan melaksanakan solusi mencegah terjadinya longsor di wilayah itu.

Tentang Bitung

Kota Bitung adalah salah satu kota di provinsi Sulawesi Utara.

Jarak dari Bitung ke Manado Ibu kota Provinsi Sulut yakni 42,4 kilometer lewat Jalan Tol Manado - Bitung, atau sekitar 50 menit ditempuh dengan kendaraan roda empat.  

Kota ini memiliki perkembangan yang cepat karena terdapat pelabuhan laut yang mendorong percepatan pembangunan.

Wilayah Kota Bitung terdiri dari wilayah daratan yang berada di kaki Gunung Dua Sudara dan sebuah pulau yang bernama Lembeh. 

Kota Bitung terdiri dari 8 kecamatan dan 69 kelurahan, dengan luas wilayah 302,89 km⊃2; dan sebaran penduduk 730 jiwa/km⊃2;.

Saat ini Kota Bitung dipimpin Wali Kota Maurits Mantiri dan Wakil Wali Kota Hengky Honandar. (crz)

Pangdam Merdeka Ingatkan Mahasiswa Tentang Bela Negara Terhadap Ancaman Kerusakan Lingkungan

Masih Ingat Lia Eden? Pemimpin Sekte Kerajaan Tuhan, Akui Dapat Wahyu dari Malaikat Jibril

Tekan Angka Kriminalitas, Polres Talaud Tingkatkan Patroli Malam

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved