Sosok

Kisah Wang Cong’er, Sosok Serupa Sang Legendaris Mulan, Pimpin Pemberontakan kepada Dinasti Korup

Dia adalah anggota Masyarakat Teratai Putih, yang dianggap memiliki aliran sesat dan organisasi subversif yang memimpin pemberontakan.

Editor: Rizali Posumah
google.com
Film Mulan dari Disney 

Pria ini adalah Qi Lin, pejabat pemerintah yang dihormati di Kota Xiangyang, tetapi dia memiliki rahasia.

Dia adalah anggota Masyarakat Teratai Putih, yang dianggap memiliki aliran sesat dan organisasi subversif yang memimpin pemberontakan melawan pemerintah.

Wang Cong'er bergabung dengan Masyarakat Teratai Putih dan akhirnya menikah dengan Qi Lin, yang kemudian mereka merencanakan pemberontakan melawan kekaisaran Qing yang korupsi.

Pada saat itu, terjadi ledakan populasi, namun hanya ada sedikit makanan dan tanah untuk dibagikan kepada sedikit orang.

Penasihat kaisar yang korupsi menaikkan pajak dan suap, serta korupsi terjadi di mana-mana, yang tidak bisa membayar disiksa oleh preman bersenjata kaisar.

Para petani miskin di wilayah itu kemudian berbondong-bondong mengikuti kelompok Masyarakat Teratai Putih dengan harapan dapat menggulingkan rezim yang menindas.

Namun, ketika  kelompok Masyarakat Teratai Putih ini jumlahnya membengkak, rahasia pun terbongkar, rupanya tanggal penetapan untuk memberontak telah dikhianati oleh mata-mata.

Tentara kaisar pun menunggu mereka dan Qi Lin terperangkap dalam jebakan, yang hanya bisa dilihat Wang Cong’er tanpa daya ketika suaminya ditangkap dan dieksekusi.

 Dia hanya bisa sedih dan ingin bunuh diri, serta berlindung di sebuah biara, dan akhirnya memutuskan untuk mengatasi kesedihannya dengan memimpin Masyarakat Teratai Putih untuk membalaskan dendam suaminya dan mengobarkan revolusi yang dia yakini.

Wang Cong’er kemudian memotong rambutnya dan mengenakan jubah putih, warna berkabung China, dan menjadi jenderal tentara pemberontak.

Dia mempersiapkan secara metodis untuk setiap serangan bersenjata, dan pasukannya pun bertambah menjadi 20.000.

Para prajuritnya ini sangat menyukainya karena Wang Cong’er mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan kembali tentara yang terluka dan merobek pakaiannya untuk perban bagi yang terluka.

Siapa pun yang tidak bisa berjalan, menunggang kudanya, lalu Wang Cong’er memilih berjalan.

Wang Cong’er memimpin dari depan, yang membuat pasukannya sangat menyukainya.

Halaman
123
Sumber: Grid.ID
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved