Opini

Menyoal Penutupan Gudang Sianida di Minahasa Utara

Ditulis Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup atau Walhi Sulut Theo Runtuwene SH MH

fistel mukuan/tribun manado
Direktur Eksekutif Walhi Sulut Theo Runtuwene 

Peraturan Semu Kementerian Perdagangan Terkait Peredaran Sianida

Oleh: Theo Runtuwene., SH., MH
Direktur Eksekutif Walhi Sulut

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Sulawesi Utara atau Walhi Sulut menilai penyitaan dan penutupan gudang sianida dan hidrogen poroxide yang dilakukan oleh aparat penegak hukum di jajaran Polda Sulut, Polres Minut dan polres lainnya sudah sangat tepat.

Pasalnya sianida merupakan dan masuk kategori bahan kimia berbahaya dan sangat perlu diawasi peredarannya.

Hal ini bukan tanpa alasan karena selain dipakai dalam proses-proses pertambangan illegal yang melanggar hukum, sianida juga merupakan bahan kimia yang mematikan.

Kasus sianida pernah menghebohkan seluruh Indonesia dan sudah diputus inkracht.

Gudang dan bahan kimia illegal itu disita dari gudang PT KSM di Desa Watutumou III, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Gudang milik PT KSM di Minahasa Utara yang diduga menyimpan barang berbahaya seperti sianida dan hidrogen poroxide.
Gudang milik PT KSM di Minahasa Utara yang diduga menyimpan barang berbahaya seperti sianida dan hidrogen poroxide. (Dokumen Polda Sulut)

Gudangnya sudah kami telusuri kepada instansi pemerintah terkait tidak memiliki tanda daftar gudang (TDG).

Hal tersebut jelas merupakan pelanggaran hukum dan suatu kecolongan besar.

Ini karena bahan yang disimpan di dalam gudang tersebut merupakan bahan kimia sangat berbahaya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved