Berita Sulut

Kementan Respons Aspirasi Stefanus Liow, Pastikan Vaksin Rabies, Hog Cholera dan ASF untuk Sulut

Daging babi dari Sulut tidak dapat diperdagangkan di luar daerah secara legal karena sempat didapati penyakit chorela.

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
Dok. Tim SBANL
Senator asal Sulawesi Utara, Stefanus BAN Liow (kanan) bersama Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Aspirasi yang disuarakan Anggota DPD RI dari Dapil Sulut Ir Stefanus Liow, MAP (SBANL) mendapat respon cepat dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI).

Dalam Rapat Kerja Komite II DPD RI dengan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Senin (31/02/2022) baru-baru ini, secara terbuka Senator Stefanus BAN Liow menyuarakan berbagai aspirasi dan kepentingan daerah.

Tidak terkecuali kebutuhan vaksin rabies untuk hewan anjing dan vaksin hog chorela untuk ternak babi.

Tidak dipungkiri tahun 2020 lalu, kematian akibat rabies di Sulut terbilang tinggi.

Di sisi lain untuk mengantisipasi agar kejadian ternak babi di Sumut akibat hog chorela lalu tidak terjadi di Sulut.

Bahkan beberapa tahun lalu, daging babi dari Sulut tidak dapat diperdagangkan di luar daerah secara legal karena sempat didapati penyakit chorela.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan RI, Nasrullah melalui Sekretarisnya drh Makmun mengakui dalam Raker Komite II DPD RI dengan Mentan RI, Senator dari Sulut Stefanus Liow menyampaikan permintaan vaksin dengan berbagai argumentasinya.

Usai Raker tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Keswan Kementan RI drh Makmun menyampaikan bahwa anggaran untuk Provinsi Sulut tahun 2022 yaitu Vaksin Rabies 11.700 layanan (dosis), vaksin hog chorela 39.000 layanan (dosis) dan Serum untuk penyakit ASF sebanyak 1.950 layanan (dosis).

Banyak kalangan memberikan apresiasi kepada Senator Stefanus Liow dalam menjembatani aspirasi dan kepentingan daerah dan masyarakat.

Di tempat terpisah Drs Jan Rein Tumilaar tokoh masyarakat di Sonder, Minahasa, mengatakan mungkin dari nilainya kecil tetapi sungguh mendukung program dan upaya pemerintah dan masyarakat di daerah ini yang bertekad untuk bebas rabies dan chorela.

"Keberadaan vaksin itu sangat penting bagi kami para peternak babi di Minahasa," jelas Rein kepada Tribunmanado.co.id, Jumat (04/02/2022).(ndo)

Baca juga: Masih Ingat Iptu Santi? Polwan Cantik yang Bongkar Kasus Narkoba, Biasa Hadapi Penjahat Sadis

Baca juga: Kecelakaan Pukul 11.30 WIB, Pemotor Terpental, Motor Masuk Kolong Mobil Lalu Terseret 20 Meter

Baca juga: Tak Banyak yang Tahu, Perbedaan Orang dengan Gangguan Jiwa dan Orang dengan Gangguan Mental

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved