Tambang Sulut

Kapolres Mitra Dukung Penutupan PETI di Ratatotok

Nada dukungan untuk menghentikan aktivitas tambang liar di kawasan Ratatotok itu disampaikan langsung Kapolres Mitra, AKBP Rudi Hartono.

Penulis: Kharisma Kurama | Editor: Rhendi Umar
istimewa
Kapolres Mitra AKBP Rudi Hartono 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Rencana Bupati Minahasa Tenggara (Mitra), James Sumendap untuk menutup Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kecamatan Ratatotok direspon positif Polres Mitra.

Nada dukungan untuk menghentikan aktivitas tambang liar di kawasan Ratatotok itu disampaikan langsung Kapolres Mitra, AKBP Rudi Hartono.

"Saya sudah ketemu bupati. Kita sepakat dengan rencana Pak Bupati," ucapnya.

Sebelumnya, Bupati Mitra James Sumendap mengatakan, rencana penutupan Perusahaan Tambang Emas Tanpa Izin akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

"Jadi nantinya penertipan akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian, perusahaan mana yang memiliki izin pertambangan atau tidak, jika tak memiliki izin, maka langsung ditutup,” ujar Sumendap.

Ia menegaskan, pihaknya tak akan pandang bulu dalam aksi penutupan kali ini.

"Siapapun yang terlibat akan saya sikat," pungkasnya.

Tentang Mitra

Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) adalah salah satu Kabupaten di antara 15 Kabupaten/Kota (11 Kabupaten dan 4 Kota) yang ada di Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia.

Ibu kota Kabupaten Minahasa Tenggara adalah Ratahan, berjarak sekitar 80 km dari Manado, ibu kota Provinsi Sulawesi Utara.

Kabupaten Minahasa Tenggara memiliki 12 kecamatan, 9 kelurahan dan 135 desa (dari total 171 kecamatan, 332 kelurahan dan 1.507 desa di seluruh Sulawesi Utara).

Luas wilayah Minahasa Tenggara adalah 710,83 km².

Saat ini Kabupaten Minahasa Tenggara dipimpin Bupati Mitra James Sumendap dan Wakil Bupati Jesaja Jocke Legi.

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUNMANADO OFFICIAL:

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved