Breaking News
Kamis, 14 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Polemik Museum Holocaust

BREAKING NEWS Komunitas Yahudi Respon Polemik Museum Holocaust di Minahasa, Ini Penjelasan Rabbi

Museum Holocaust di Tondano, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulut memantik kontroversi.Suara penolakan berdirinya museum itu mencuat ke publik

Tayang:
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Chintya Rantung
ryo noor/tribun manado
Rabbi Yaakob Baruch 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Museum Holocaust di Tondano, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulut memantik kontroversi.

Suara penolakan berdirinya museum itu mencuat ke publik.

Museum Holocaust berdiri dalam kompleks Rumah Ibadah Agama Yahudi di Sinagoge Shaar Hasyamayim, Kelurahan Watulambot, Tondano Barat.

Rabbi Yaakov Baruch, Pemuka Agama Yahudi pun ikut merespon kontroversi yang mengemuka.

"Sejarah pernah membuktikan pernah terjadi tragedi kemanusiaan bicara Holocaust itu bukan hanya bicara Yahudi, yang mengalami Holocaust ada orang Rom, gipsi, saksi yehovah dan lawan politik Hitler," katanya.

Adanya musem Holocaust kita ingin memberi pesan segala macam bentuk kekerasan tidak dibenarkan

"Kita belajar bagaimana menerima perbedaan pandangan, menerima segala hal yang bisa menunjukan kepada kita bahwa kita belajar dari peristiwa tragedi kemanusiaan ini," kata dia.

Ia pun menepis tudingan ada pihak asing yang andil dalam pembangunan museum ini

"Jadi murni dari kami tidak ada bantuan dari pihak manapun pihak asing," katanya.

Museum Holocaust kata Rabbi Yaakov Baruch berisi foto tentang holocaust tapi ke depannya akan akan di isi beberapa artefak yang berhubungan dengan holocaust

"Kita sedang upayakan," ungkap dia.

Ia kembali menegaskan tidak ada agenda politik apapun di balik pendirian Museum ini, selain hanya untuk mengenang tragedi kemanusiaan

Rabbi Yaakov Baruch menyampaikan, keberadaan komunitas Yahudi lebih fokus Yudaisme tidak ingin terlibat dalam politik, ''Kami hanya komunitas ibadah," kata dia.

Terkait aktivitas ini tidak ingin menimbulkan kegaduhan.

Mereka pun menegaskan sikap mendukung sikap pemerintah Indonesia.

Adapun, Dubes Jerman untuk Indonesia, Ina Lepel menghadiri langsung peresmian Museum Holocaust di Tondano Kamis (27/1/2022)

Ina Kepel kemudian mengadakan diskusi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulut di Manado.

Ina Lepel pun merasa terhormat bisa menyambangi Sulut

"Suatu kehormatan berada di Minahasa dan berpidato di pembukaan Museum Holocaust.

Museum sejenis ini dibuka untuk pertama kalinya di Asia Tenggara atas inisiatif komunitas Yahudi di sini," kata Lepel melalui Twitter.

Museum ini diresmikan bertepatan dengan peringatan hari Holocaust internasional.

Lapel menegaskan bahwa Jerman akan selalu mendukung peringatan terhadap kejadian yang dapat menjadi pelajaran universal tersebut.

Ia juga menegaskan, Jerman akan terus mendukung upaya perlawanan terhadap rasisme, anti-Semitisme, dan semua bentuk intoleransi.

Lepel kemudian mengingatkan, publik harus terus mengingat kejahatan luar biasa yang terjadi dalam Holocaust.

"Jika tidak, kita berisiko mengulanginya lagi. Namun, jika kita ingat, kita bisa menjadi sangat waspada dan langsung bertindak apabila muncul tanda-tanda kebencian rasisme dan anti-semitisme," ucap Lapel.

Museum itu, menurut Lepel, merupakan tanda perkembangan yang baik, terutama bagi pemuda untuk proses pembelajaran sejarah.

"Museum akan menyasar anak muda sebagai sebuah pengalaman pembelajaran. Saya sangat senang bisa mengunjungi museum ini," kata Lepel.

Holocaust merupakan insiden pembantaian, penyiksaan, dan pembunuhan massal terhadap kaum Yahudi oleh rezim Nazi. Peristiwa itu terjadi pada 1941-1945.

Baca juga: Sosok Marsda Gita Amperiawan, Perwira TNI yang Digaet Erick Thohir jadi Dirut, Lulusan Luar Negeri

Baca juga: BREAKING NEWS, Nelayan yang Hilang di Bolsel Sudah Ditemukan, Boby Sampe: Dalam Keadaan Sehat

Baca juga: Ingat Guru Lulusan S2 yang Nikahi Sopir Truk? Dulu Dihina Tetangga, Kini Hidup Penuh Kebahagian

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved