Polri
Anggota Polisi Inisial BT Dipecat, Penyebabnya karena Rudapaksa Seorang Mahasiswi Magang
Sudah dipecat. Anggota polisi berinisial BT kini berstatus sebagai warga sipil. Dia dipecat karena telah merudapaksa seorang mahasiswi di Banjarmasin.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Sudah dipecat. Anggota polisi berinisial BT kini berstatus sebagai warga sipil.
Dia dipecat karena telah merudapaksa seorang mahasiswi di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Selain menjadi warga sipil, dia juga harus menjalani hukumannya.
Baca juga: Dulu Remaja Ini Jual Ginjal Demi Beli iPhone, Kini Kondisinya Memprihatinkan Hidupnya Jadi Beban
Baca juga: Man United Langsung Parkir Mason Greenwood Usai Ditangkap Polisi atas Tuduhan Pemerkosaan dan KDRT
Baca juga: Prakiraan Cuaca Senin 31 Januari 2022, Info BMKG Hujan Potensi Terjadi Sepanjang Hari

Bripka BT dipecat tidak hormat dalam upacara terbuka di halaman Polresta Banjarmasin, Sabtu (29/1/2022). (Humas Polresta Banjarmasin dan KOMPAS.com/ANDI MUHAMMAD HASWAR)
BT telah divonis bersalah oleh pengadilan dan dijatuhi hukuman 2 tahun 6 bulan penjara.
Setelah dipecat dari Polri, BT meminta maaf kepada korban dan berpesan agar rekan Polri lainnya tak meniru perbuatannya.
Upacara pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) itu digelar di halaman Polresta Banjarmasin, Sabtu (29/1/2022).
Turut hadir dalam upacara itu, mahasiswa rekan korban, keluarga korban, hingga Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina.
Bripka BT Meminta Maaf
Mengutip Banjarmasin Post, dalam upacara itu, BT menyampaikan permintaan maafnya terhadap korban, VDPS.
"Kepada saudara VDPS, karena atas perbuatan saya mungkin dia sangat terpukul dan tertekan," katanya.
Ia juga meminta maaf kepada institusi Polri karena telah mencoreng nama baik kesatuan.
"Kepada rekan Polri, jangan tiru perbuatan saya, ini perbuatan tidak baik dan siap menanggung risikonya," ungkapnya.
Kapolres Banjarmasin: Jalani Hukumanmu
Diketahui, upacara PTDH itu dipimpin oleh Kapolresta Banjarmasin, Kombes Sabana Atmojo.
Sabana berpesan BT harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan menjalani masa hukuman.
"Sudah menjadi warga sipil, jalani hukumanmu," kata Sabana, Sabtu, sebagaimana dilansir Kompas.com.
Selain itu, Sabana juga mendoakan agar BT bisa menjalani kehidupan barunya sebagai warga sipil dan tidak lagi mengulangi perbuatan yang sama.
"Semoga berhasil di kehidupan sipil dan ingat jangan terulang lagi perbuatanmu ini," ujarnya.
Rudapaksa Mahasiswi Magang
Masih dari Kompas.com, kasus rudapaksa yang dilakukan BT terungkap setelah korbannya menuliskan curhatannya di media sosial.
VDPS merupakan seorang mahasiswi perguruan tinggi ternama di Banjarmasin.
Di media sosial, korban menceritakan secara rinci kasus rudapaksa yang ia alami.
Peristiwa itu bermula saat ia magang di Satres Narkoba Polresta Banjarmasin pada 4 Juli sampai 14 Agustus 2021.
Setelah magang, pelaku masih sering menghubungi korban untuk mengajaknya jalan-jalan.
Namun, korban selalu menolak dengan berbagai alasan.
"Kenapa aku mau diajak kenalan karena posisinya waktu itu aku segan dengan beliau. Apalagi aku anak magang," ungkap VDPS seperti yang ditulisnya di media sosial.
Di lain waktu, VDPS akhirnya mau diajak jalan oleh pelaku menggunakan mobil.
Ternyata pelaku sudah berencana untuk melancarkan aksi bejatnya kepada korban.
Ia membeli minuman berenergi di sebuah supermarket dan mencampurnya dengan obat-obatan.
Korban awalnya curiga saat ia dipaksa minum minuman itu.
Namun, BT terus memaksa hingga korban akhirnya lemas.
Dalam kondisi tidak berdaya, korban ternyata dibawa ke hotel dan dirudapaksa sebanyak dua kali.
"Aku dimasukkan ke dalam kamar hotel, pada semalaman itu dia telah menyetubuhi aku sebanyak dua kali dalam kondisiku yang tak berdaya," tulisnya.
VDPS kemudian melaporkan kejadian yang dialaminya itu ke polisi.
Namun, ia kecewa karena hukuman yang dijatuhkan terhadap BT dinilai sangat ringan, yakni 2 tahun 6 bulan penjara.
"Aku korban pemerkosaan oleh oknum aparat, tapi terdakwa hanya dihukum 2 tahun 6 bulan."
"Di manakah letak keadilan. Pelaku telah menghancurkan fisikku dan psikisku seumur hidupnya," tulisnya lagi.
Sebagian artikel ini telah tayang di BanjarmasinPost.co.id dengan judul Bayu Tamtomo, Mantan Polisi yang Ditindak PTDH di Polresta Banjarmasin Minta Maaf ke Korban
(Tribunnews.com/Nanda Lusiana, BanjarmasinPost.co.id/Noor Masrida, Kompas.com/Andi Muhammad Haswar)
Telah tayang di: