Kasus Penganiayaan

Hukum Murid SMP karena Merokok di Sekolah, Seorang Guru Malah Dianiaya Mahasiswa

Hal tersebut dikarenakan guru tersebut memberi hukuman muridnya yang merokok di sekolah.

Editor: Glendi Manengal
Tribun Timur/Muh Rakib
Guru korban penganiayaan saat melapor ke Polsek Binamu, Jeneponto, Rabu (26/1/2022). Seorang guru SMP 3 Binamu, Jeneponto menjadi korban penganiayaan kerena melarang siswanya merokok. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang guru SMP menjadi korban penganiayaan.

Diketahui korban dianiaya seoragn mahasiswi.

Hal tersebut dikarenakan guru tersebut memberi hukuman muridnya yang merokok di sekolah.

Baca juga: Honda DAW Bersama FIFGroup Gelar Virtual Exhibition

Baca juga: DJ Indah Cleo Sempat Titip Salam ke Keluarga Sebelum Tewas Tebakar di Diskotek Double O, Faktanya

Baca juga: Sering Dikira Bapak & Anak, Selebgram Cantik Mantan Pramugari Ini Dinikahi Pilot Beda Usia 21 Tahun

SF (31), pelaku penganiayaan guru SMP 3 Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel) ditangkap polisi dua hari setelah peristiwa terjadi.

SF, warga Tanru Sampe di Jeneponto itu kini sudah diamankan di Polsek Binamu.

Pelaku menganiaya guru SMP 3 Binamu bernama Muh Sabir Lallo lantaran tak terima keponakannya dihukum.

Sebelumnya, guru yang menjadi korban tersebut memberi hukuman pada siswa itu gara-gara merokok di lingkungan sekolah.

Pelaku masih tercatat sebagai mahasiswa pada salah satu kampus di Makassar.

Kanit Reskrim Polsek Binamu, Aipda Supardi membenarkan pelaku sudah diamankan di Polsek.

"Iya sudah ditangkap," ujarnya via WhatsApp, Jumat (28/1/2022).

Kanit Res juga menyebutkan, pelaku yang masih berstatus mahasiswa itu sebenarnya hampir DO.

Pasalnya SF malas mengikuti perkuliahan.

"Mahasiswa tapi sudah hampir DO sudah lama tidak masuk kuliah katanya," ujarnya.

Atas tindakannya, SF dikenakan pasal 351 ayat 1 KUHPidana.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved