Viral

Dulu Viral, Ini Kabar Terbaru Warga di Kampung Miliarder Tuban, Kehilangan Penghasilan Tetap

Kabar terbaru warga di Tuban Jawa Timur yang dulunya sempat viral menjadi miliarder dan membeli ratusan mobil.

(KOMPAS.COM/HAMIM)
Salah satu warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa timur, menunjukkan koleksi mobil yang dibeli usai menerima uang pembebasan lahan dari proyek pembangunan kilang minyak di Tuban. Selasa (16/2/2021). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebuah kampung di Tuban Jawa Timur dulunya viral. Tepatnya pada Februari 2021, warga di kampung itu menjadi miliarder. 

Dulu tersebar sebuah video beberapa unit mobil yang diangkut truk sedang antri di jalanan Desa Sumurgeneng. Warga membeli ratusan mobil baru

Ada sekitar 176 mobil baru yang dibeli warga desanya, demikian menurut Kepala Desa Sumbergeneng, Gihanto.

Baca juga: Masih Ingat Indra Bruggman? Kini Beri Pesan ke Mayang, Adik Vanessa Angel Agar Harus Kuat Mental

Baca juga: Peringatan Dini Rabu 26 Januari 2022, BMKG: 21 Wilayah Potensi Alami Cuaca Ekstrem

Warga bernama Musanam mengaku menyesal menjual tanahnya di sekitar kilang minyak Tuban, Jawa Timur.

Warga bernama Musanam mengaku menyesal menjual tanahnya di sekitar kilang minyak Tuban, Jawa Timur. (Kompas.com)

Mobil yang dibeli beragam, mulai dari Kijang Innova, Honda HRV, Pajero hingga Honda Jazz.

Namun setelah hampir setahun berlalu, kabar tak mengenakkan datang dari kampung miliarder tersebut.

Bahkan ada warga yang telah mendapatkan uang miliaran rupiah, harus menjual sapi miliknya untuk kebutuhan hidup sehari-sehari.

Kabar Terbaru

Saat aksi di kantor Pertamina Grass Root Revenery Tuban pada Senin (24/1/2022) terungkap fakta baru.

Musanam (60), warga Desa Wadung, Kecamatna Jenu yang menerima uang ganti untung miliaran rupiah terpaksa menjual beberapa ekor sapi miliknya untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

"Dulu punya enam ekor sapi mas, sudah tak jual tiga untuk hidup sehari-hari dan kini tersisa tiga ekor saja," kata Musanam, kepada Kompas.com, Senin (24/1/2022).

Ia mengaku kala itu terbuai dengan janji PT Pertamina yang akan memberikan pekerjaan dalam proyek pembangunan kilang.

Setelah menjual lahannya, ia harus kehilangan penghasilan tetapnya sebagai petani.

Nasib serupa juga dialami oleh Mugi (59), perempuan yang tinggal di kampung miliarder ini juga nyaris tak memiliki pekerjaan setelah lahan pertaniannya seluas 2,4 hektare dijual ke PT Pertamina.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved