Bupati Langkat

6 Fakta Penjara Manusia di Rumah Bupati Langkat, Pekerja Tak Digaji hingga Mata Tahanan Berkaca-kaca

Puluhan orang ini diperbudak dan disiksa oleh Terbit, di dalam penjara tersebut. Setelah diperbudak, puluhan pekerja itu juga tidak diberi gaji

Editor: Indry Panigoro
HO/Tribunnews.com
Seorang korban dugaan praktik perbudakan modern dan penyiksaan di rumah Bupati nonaktif Langkat, Terbit Rencana Perangin-angin yang kini menjadi tersangka dugaan suap terkait proyek di Pemerintah Kabupaten Langkat. 

TRIBUNAMANADO.CO.ID - Disebut-sebut penjara ini merupakan wadah rehabilitasi bagi para pengguna narkoba yang bakal jadi pekerja di perkebunan sawit milik Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin.

Kendati demikian, Migrant Care membantah tegas perihal penggunaan penjara sebagai rehabilitasi.

Migrant Care kukuh pada hasil investigasi bahwa penjara itu memang khusus tempat penyiksaan manusia, sebagai rangkaian dari perbudakan modern.

Kasus ini pun akhirnya sampai di tangan Komnas HAM

Tribun Medan menyuguhkan rangkuman fakta-fakta keberadaan kerangkeng/ penjara, mulai dari wajah pekerja yang dipenjara hingga pernyataan dari otoritas terkait dan lembaga-lembaga yang concern pada humanisme.

Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin menjadi sorotan beberapa hari belakangan.

Tersandung kasus suap proyek pengadaan barang dan jasa, Bupati Terbit terjaring operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) pada Selasa 18 Januari lalu.

Fakta ini saja sudah lebih dari cukup membuat publik Sumatera Utara terenyak kaget.

Namun, fakta berikutnya yang lebih mengernyitkan dahi berselip kengerian.

Betapa tidak, Non Government Organization (NGO) Migrant Care menyibak tabir keberadaan kerangkeng manusia atau penjara pribadi di 'Istana' atau rumah pribadi sang Bupati Langkat ini.

1. Penjara Penyiksaan dan Pekerja Tak Diberi Gaji

Migrant Care, satu Non Government Organization (NGO) menyatakan lebih dari 40 orang pekerja kebun sawit sudah dipenjarakan Bupati Kabupaten Langkat Terbit Rencana, di kediaman pribadinya, Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala.

Puluhan orang ini diperbudak dan disiksa oleh Terbit, di dalam penjara tersebut.

Setelah diperbudak, puluhan pekerja itu juga tidak diberi gaji dan upah oleh Terbit.

Halaman
1234
Sumber: TribunMedan.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved