Kecelakaan Lalu Lintas
Kecelakaan Maut, Seorang Bocah 10 Tahun Tewas, Ambulans Polisi Angkut 21 Pelayat Oleng dan Terbalik
Peristiwa tersebut merupakan kecelakaan tunggal yang dialami kendaraan ambulans polisi.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Terjadi kecelakaan maut di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Peristiwa tersebut merupakan kecelakaan tunggal yang dialami kendaraan ambulans polisi.
Akibat kecelakaan tersebut satu orang penumpang meninggal dunia.
Baca juga: Peringatan Dini BMKG Hari Ini Senin 24 Januari 2022, Ini Daftar Kabupaten/Kota Potensi Cuaca Ekstrem
Baca juga: Hengkang dari Manchester City, Pep Guardiola Akan Tangani Tim Nasional Belanda
Baca juga: Viral di Aplikasi TikTok, Ini Cara Mudah Membuat Emoji Mix Melalui tikolu.net
Foto : Ilustrasi mobil ambulans kecelakaan. (istimewa)
Kecelakaan menimpa mobil ambulans milik Polres Belu, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (22/1/2022).
Akibatnya, seorang bocah berusia 10 tahun bernama Angela Devira Ximenes tewas.
Sementara, sejumlah warga alami luka-luka.
Kabid Humas Polda NTT Kombes Rishian Krisna kepada Kompas.com, Minggu (23/1/2022), mengatakan, saat ini sopir ambulans yaitu Bripka Noldy H Heka, sedang jalani pemeriksaan.
"Sementara masih dalam pemeriksaan," ujarnya singkat.
Kronologi
Krisna menjelaskan, kecelakaan itu terjadi setelah mobil ambulans mengantar jenazah salah satu warga ke tempat pemakaman umum (TPU) Masmae.
Setelah pemakaman, Bripka Noldy menawarkan pelayat yang hendak menumpang untuk pulang.
Nahas, dalam perjalan pulang mobil ambulans yang mengangkut 21 orang mengalami kecelakaan tunggal.
"Dia bermaksud mengantarkan pulang para pelayat ke rumah masing-masing, dengan menumpang ambulans," kata Krisna.
Foto : ilustrasi mobil ambulans. (Facebook)
Ambulans oleng dan terbalik
Setelah belasan warga naik, ambulans pun segera berangkat menuju ke asrama Polres Belu, di Desa Naekasa.
Namun, saat melintas di persimpangan menuju Welorlaran, mobil ambulans tiba-tiba oleng dan terbalik.
Saat itu korban tewas dilaporkan meninggal di lokasi kejadian.
Sementara, sejumlah warga alami luka-luka.
Para korban pun segera dievakuasi ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan perawatan medis.
(Penulis : Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere | Editor : I Kadek Wira Aditya)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com