Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sains

Fakta Tentang Lupa pada Manusia: Proses Perkembangan Otak

Kita menciptakan kenangan yang tak terhitung jumlahnya saat kita menjalani hidup kita, tetapi banyak di antaranya yang kita lupakan.

Editor: Rizali Posumah
Freepik.com
Ilustrasi lupa. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Setiap manusia pasti pernah mengalami lupa. 

Lupa merupakan kejadian normal yang bisa terjadi pada siapa saja.

Bahkah faktanya, lupa merupakan proses belajar.

Selain itu, lupa memiliki fungsi untuk kesehatan otak.

Kok bisa begitu? Berikut penjelasannya.

Lupa Juga Memiliki Fungsi Tersendiri

Kita menciptakan kenangan yang tak terhitung jumlahnya saat kita menjalani hidup kita, tetapi banyak di antaranya yang kita lupakan.

Teman-teman mungkin merasa bahwa lupa adalah kebiasaan yang merepotkan.

Tapi, tidak selalu begitu, lo.

Hal ini disebabkan karena otak bekerja secara dinamis.

Dinamis adalah sifat yang selalu berubah-ubah tergantung dengan masukan yang diterima oleh otak.

Coba bayangkan, setiap hari manusia menemukan banyak hal untuk dipelajari dan diolah dalam otak.

Setiap hal baru yang diterima otak akan disimpan dalam bentuk ingatan atau memori, maka otak akan 'penuh' dan perlu dibersihkan.

Jika ada ingatan yang tidak pernah terpakai lagi, maka otak akan otomatis membuang ingatan tersebut.

Mekanisme otak di sini seperti melakukan pembersihan pada ingatan yang sudah tidak berguna.

Pembersihan ini akan membuat otak lebih segar dan bisa memelihara kesehatan psikologis, lo.

Misalnya, saat kecil dulu teman-teman memiliki ingatan mengenai mimpi buruk pada suatu malam, lambat laut otak akan menghilangkan ingatan tersebut pada proses pembersihan.

Sehingga, ingatan mengenai mimpi buruk itu bisa teman-teman lupakan.

Lupa adalah Bagian dari Proses Belajar

Lupa adalah mekanisme penyegaran otak yang bisa membuat otak mampu menerima masukan lagi.

Sehingga, otak yang tadinya sudah penuh, bisa kembali lapang dan segar untuk dibuat belajar lagi.

Proses melupakan dibagi menjadi dua jenis, yakni lupa seluruhnya dan lupa sebagian.

Lupa seluruhnya adalah saat otak teman-teman tidak bisa menemukan gambaran mengenai suatu ingatan.

Hal ini disebabkan otak teman-teman menilai bahwa ingatan tersebut sudah tidak berguna lagi dan menghapusnya.

Lalu ada lupa sebagian, yakni saat otak hanya menghilangkan beberapa bagian dari ingatan.

Ingatan dalam kasus lupa sebagian ini bisa dikembalikan dengan memeriksa sumber ingatan lagi.

Misalnya, lupa dengan pelajaran, yang dapat dikembalikan dengan membaca ulang buku.

Sel pada otak, disebut sel engram adalah yang membantu otak menyimpan ingatan.

Saat otak melakukan pembersihan ingatan, sel engram ini juga ikut diperbarui.

Otak yang memiliki sel engram baru memiliki keadaan yang jauh lebih baik.

Jika teman-teman merasa cemas saat melupakan sesuatu, sebenarnya itu hal wajar yang menandakan otak teman-teman terus berkembang.

SUMBER: https://bobo.grid.id/read/083105514/manusia-kadang-suka-lupa-ternyata-lupa-juga-termasuk-proses-perkembangan-otak?page=all

Gempa di Darat Magnitudo 5,6 SR Minggu 23 Januari 2022 Pukul 10.21 Siang, Ini Lokasinya

Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved