Kecelakaan di Minsel

Masih Ingat Bocah Korban Tabrak Wuling? Tewas Usai Dirawat, Keluarga Tuntut Tanggung Jawab Pelaku

Masih ingat dengan peristiwa kecelakaan tabrakan di Desa Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) tanggal 24 Desember 2021?

Penulis: Rhendi Umar | Editor: Rhendi Umar
Potongan Postingan Olga Alva Mandagi
Postingan Viral Kecelakaan di Minsel Tanggal 24 Desember 2021 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Masih ingat dengan peristiwa kecelakaan tabrakan di Desa Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) tanggal 24 Desember 2021?

Kabar terbaru kini korban kecelakaan menuntut pertanggungjawaban kepada pelaku soal perjanjian yang telah disepakati namun belum terpenuhi.

Seperti diketahui sebelumnya peristiwa kecelakaan maut tersebut berawal saat mobil jenis Wuling dari arah kota Kotamobagu, menabrak sejumlah kendaraan dan warga di badan jalan.

Disitu ada seorang ibu korban kecelakaan bernama Silvanita Dwisari Putri bersama anaknya Imanuel Alvero Maramis yang jadi korban.

Saat itu, Imanuel dan ibunya sedang menunggu antrian untuk potong rambut di salah satu Salon.

Tiba-tiba mobil melaju menabrak mereka.

Bahkan, ibu dan anak ini dilindas hingga posisi berada dibawah mobil penabrak.

Kedua korban sempat mendapat perawatan instensif di rumah sakit, namun sang anak Imanuel akhirnya dipanggil pulang sang pencipta.

Baru-baru ini, salah satu anggota keluarga mereka bersuara di media sosial.

Mereka menagih janji dari pelaku soal janji untuk pembayaran adminstrasi yang telah disepakati.

"tpe anak (alm) meninggal ngni janji mo byr dpe administrasi for mo kse kluar dri RS krna memang ada operasi kepala smpe 1 minggu nda sadar di ruangan PICU bukan sdiki dpe biaya,, trg cma mo minta spya tpe anak blh dpa kluar dri RS, tpi ngni cuma bajanji sampe ditelpon2 so nda aktif," tulis postingan itu.

"Anak saya meninggal kalian janji akan membayar adminstrasi supaya anak saya bisa keluar rumah sakit, karena memang operasi kepala sampai satu minggi tidak sadarkan di ruangan PICU dengan biaya yang tinggi. Disini kami meminta supaya anak saya boleh keluar rumah sakit, namun kalian cuma berjanji dan dihubungi nomor handphonenya tidak aktif,"ujarnya,

Pihak keluarga mengaku sakit hati dengan perbuatan pelaku, pasalnya sampai proses pemakaman sang anak etikad baik tidak dilakukan.

Malahan sebaliknya pelaku mengaku sudah menyediakan uang Rp. 30 Juta agar pelaku bebas dari hukuman.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved