Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

RHK Jumat 21 Januari 2022

BACAAN ALKITAB   Kisah Para Rasul 4:30 - Dalam Yesus, Mujizat Pasti Nyata

Yesus adalah Tuhan, yang mahakuasa, pengasih dan penyayang. Dia Tuhan yang berbeda dengan tuhan lain dalam pandangan manusia.

Editor: Aswin_Lumintang
ilustrasi 

  Kisah Para Rasul 4:30
TRIBUNMANADO.CO.ID - Yesus adalah Tuhan, yang mahakuasa, pengasih dan penyayang. Dia Tuhan yang berbeda dengan tuhan lain dalam pandangan manusia. Sebab Dia Tuhan yang hidup yang sanggup melakukan apa saja, kapan saja dan di mana saja. Tidak ada sesuatupun yang mustahil di hadapan Dia.

Meski Dia amat sangat mahakuasa, tapi Dia pengasih dan penyayang, bahkan rela berkorban untuk manusia. Dia juga pasti menolong umat-Nya yang berseru dan berserah dalam ketaatan kepada-Nya. Dia selalu merancangkan kebaikan dan damai sejahtera bagi umat yang hidup di dalam Dia.

Ketika kita hidup takut akan Dia, melakukan segala kehendak-Nya dan melayani Dia lebih sungguh lagi, maka kita tak perlu takut dengan apapun juga. Sebab Dia akan membela kita dengan heran dan dahsyat, yang tak mampu diukur akal kepikiran nanusia.

Renungan
Renungan (WWW.THOUGHTCO.COM)

Seperti yang dialami oleh jemaat mula-mula. Para rasul dan hamba-hamba Tuhan bahkan semua orang percaya, berharap, bersandar kepada Tuhan. Mereka yakin bahwa Yesus yang adalah Tuhan akan menolong mereka dalam penderitaan dan kesusahan.

Apalagi jika mereka menderita diancam karena memberitakan firman Tuhan. Mereka mengembalikan semuanya dalam doa. Sebab, mereka yakin, dengan berdoa kepada Tuhan Yesus, mujizat pasti terjadi.

Menghadapi ancaman para tua-tua Yahudi, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat bahkan Herodes dan Pilatus, mereka hanya berdoa kepada Tuhan dan memohon Tuhan Yesus menyatakan mujizat-Nya. Sebab di dalam Kristus, mujizat itu pasti nyata.

Demikian firman Tuhan hari ini.
  "Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus."  (ay 30)_
Para rasul dan jemaat mula-mula yang berkumpul dan berada di bawah ancaman itu, berseru kepada Tuhan dan memohon uluran tangan Tuhan. Mereka sungguh yakin bahwa doa mereka bukan hanya didengar tapi dijawab dan dikabulkan Kristus.

Itulah keyakinan iman jemaat mula-mula. Mereka meminta Tuhan mengaruniakan keberanian bagi mereka dalam memberitakan Injil dengan disertai oleh mujizat menyembuhkan orang sakit dll. Mereka memohon kepada Tuhan agar Tuhan memberikan tanda dan mujizat dalam pemberitaan Injil itu. Sehingga semua orang akan terbuka matanya, menjadi takut dan bertobat.

Jadi, umat Tuhan ketika itu hidup hanya bersandar kepada Tuhan saja. Mereka tidak bergantung kepada orang, apalagi pada kekuasaan. Sebab kekuasaan pada waktu itu menentang mereka. Bahkan pemimpin agama pun melawan mereka.

Tapi, hal-hal itu justeru membuat mereka lebih tekun belajar firman dan semakin berani memberitakan Injil tanpa rasa takut sedikipun. Itulah yang membuat mereka disayangi Tuhan.

Kitapun hendaklah demikian. Jika kita diperhadapkan dengan berbagai persoalan hidup, janganlah menyerah. Pandanglah kepada Kristus. Karena sesungguhnya Dialah kekuatan kita. Dialah penolong dan pelindung kita yang teguh. Dialah yang akan membebaskan kita dari berbagai persoalan hidup dan memenangkan kita dari segala kekalutan dan tekanan hidup.

Karena itu, tetapkanlah hati. Tetaplah hidup takut akan Tuhan. Lakukanlah segala kehendak-Nya. Tuhan tak pernah terlelap dan lupa menolong kita. Mata dan hati-Nya senantiasa tertuju mengawasi kita, melindungi dan pasti memberkati kita umat-Nya yang setia pada-Nya. Maka hiduplah dalam kasih-Nya, sebab Dia pasti mengasihi kita. Amin

DOA: Tuhan Yesus, ajarlah kami terus konsisten hidup takut akan Tuhan, meski badai menghadang. Dan biarlah mujizat Tuhan senantiasa nyata dalam hidup kami. Amin

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved