Nasional

Menkeu Sri Mulyani Gunakan Dana PEN untuk Pindah Ibu Kota, DPR: Saya Ingatkan Jangan Langgar Aturan

Marwan Cik Asan peringatkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang berencana menggunakan anggaran program PEN untuk pembangunan Ibu Kota Baru.

Editor: Frandi Piring
Foto : Andri/Man /dpr.go.id
Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Marwan Cik Asan singgung Menkeu Sri Mulyani. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Marwan Cik Asan memperingatkan Menteri Keuangan (Menkeu) soal dana pembangunan Ibu Kota Baru Republik Indonesia di Kalimantan Timur.

Marwan mengomentari rencana Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang berencana menggunakan anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional ( PEN ) untuk pembangunan Ibu Kota Baru atau IKN pada tahun 2022.

Menurutnya, anggaran PEN murni dialokasikan untuk melindungi masyarakat selama pandemi Covid-19.

Hal ini sesuai dengan Perppu Nomor 1 Tahun 2020 atau UU Nomor 2 Tahun 2020 Pasal 11.

"Program PEN dimaksudkan untuk melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan kemampuan ekonomi para pelaku usaha, dari sektor rill,

sektor keuangan, dalam menjalankan usahanya," kata Marwan dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Menteri Keuangan, Rabu (19/1/2022).

Marwan berpendapat, pembangunan dan pemindahan IKN tidak masuk dalam kriteria pemulihan atau perlindungan masyarakat.

Begitu pula tidak termasuk dalam kriteria meningkatkan kemampuan masyarakat sebagai dampak pandemi Covid-19.

"IKN itu sesuatu yang baru, yang tidak berdampak apa-apa. Cuma kebun dan hutan saja yang mau kita bangun," ucap dia.

Lebih lanjut dia mengingatkan Sri Mulyani untuk mematuhi peraturan perundang-undangan yang sudah disetujui oleh DPR bersama pemerintah.

Jangan sampai pemindahan IKN justru menjerumuskan Sri Mulyani melanggar aturan.

"Saya ingatkan Ibu Menteri (Sri Mulyani) dan juga kawan-kawan di Komisi XI agar kita tidak melanggar UU yang kita buat dan setujui bersama," tandas Marwan.

Sebelumnya diberitakan, anggaran pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) 2022 akan mencatut dana Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved