Breaking News
Kamis, 12 Maret 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sosok Artis

Sosok Harry Kiss Ayah Vidi Aldiano, Pengusaha Ternama, Pernah Dapat Penghargaan dari KSAU

Harry Kiss, ayah Vidi Aldiano ternyata adalah pemilik sekaligus Direktur PT Tiga Bintang Nusantara, produsen V8sound.com.

YouTube Vidi Aldiano
Harry Kiss memberikan piala kepada Sheila Dara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sosok ayah Vidi Aldiano menjadi sorotan di pernikahan anaknya dengan Sheila Dara.

Ayah Vidi, Harry Kiss memberikan sebuah piala kepada Sheila Dara, menantunya.

Meskipun jarang menjadi sorotan, siapa sangka sosok Harry Kiss terkenal di kalangan public figure Indonesia.

Dari penelusuran Tribunnews.com, Harry Kiss yang memiliki nama lengkap Harry Aprianto Kissowo adalah pengusaha sound system yang sukses.

Dikutip dari pemberitaan kontan.co.id pada 2011, Harry Kiss sukses berbisnis perangkat speaker berkualitas dengan merek V8sound.com.

Ia adalah pemilik sekaligus Direktur PT Tiga Bintang Nusantara, produsen V8sound.com.

Harry Kiss menunjukkan speaker yang digunakan saat penutupan MTQ di Mataram, Sabtu (6/8/2016) lalu.
Harry Kiss menunjukkan speaker yang digunakan saat penutupan MTQ di Mataram, Sabtu (6/8/2016) lalu. (Istimewa via Tribunnews.com)

Merek dagang ini telah mengharumkan nama Indonesia dalam ajang Messe Frankfurt Prolight + Sound awal April 2011 silam.

Pembeli dari 19 negara seperti Jepang, Amerika Serikat, Rusia, dan Italia memesan speaker merek V8sound.com.

Nilai transaksinya saat itu mencapai 3,8 juta dolar AS, lebih besar dari nilai transaksi setahun sebelumnya yang mencapai 2,2 juta dolar AS.

Di dalam negeri, produk V8sound.com lebih banyak disewakan untuk event besar, misalnya konser musik, acara televisi, upacara kenegaraan, dan lainnya.

Harry Kiss merupakan anak keempat dari lima bersaudara.

Sang ayah bekerja di Radio Republik Indonesia (RRI), sedangkan ibunya yang bernama Sudarsih adalah penyanyi keroncong asal Semarang.

Selepas SMA, ayah tiga anak itu masuk ke jurusan Teknik Elektro di Universitas Indonesia (UI).

Selama kuliah, pria kelahiran 5 Oktober 1961 ini sudah berbisnis karena ingin ikut meringankan beban orang tua untuk membiayai kuliahnya.

Selulus kuliah, sekitar tahun 1986, Harry memutuskan menjadi dosen di UI sembari bekerja sambilan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved