Info BMKG
Mohon Diperhatikan Pemerintah di Jawa Barat Sampai Jawa Timur, Info Terkini BMKG, Waspada Gempa
Hal itu diungkapan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers pasca gempa di Banten, Jumat.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Peringatan dini BMKG untuk sejumlah wilayah di Indonesia.
Berpotensi terjadi gempa bumi.
Data BMKG, aktivitas gempa bumi di Indonesia meningkat dalam 30 hari terakhir.
Baca juga: Bangun Tengah Malam Amalkan Sholat Sunah Ini, Berikut Bacaan Niat dan Doa
Baca juga: Gempa Terkini 3.0 SR, Info BMKG Guncang Wilayah Banten Tengah Malam
Baca juga: Gempa Terkini 5.0 SR, Info BMKG Guncang Wilayah NTB, Terjadi Tadi Tengah Malam

Gempa bumi Sabtu 15 Januari 2022. Ilustrasi gempa bumi. (pexels.com)
Berikut penjelasan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati.
Penyampaian disampaikan dalam konferensi pers pasca gempa di Banten, Jumat (14/1/2022).
BMKG meminta Pemerintah Daerah serta masyarakat untuk selalu bersiap jika terjadi bencana gempa bumi sewaktu-waktu.
Berdasar catatan BMKG, wilayah Jawa dalam 30 hari terakhir mengalami peningkatan gempa.
"Mohon diperhatikan kepada pemerintah daerah terutama di Jawa Barat, bahkan sampai Jawa Timur."
"Terutama di Banten, Jawa Barat. Dalam 30 hari terakhir ini kami mencatat terjadi peningkatan aktivitas kegempaan, namun kekuatannya di bawah 5 SR," ungkap Dwikorita.
Meski kebanyakan aktivitas gempa berkekuatan dibawah 5 SR, namun ia meminta kepada semua pihak untuk selalu waspada.
"Barangkali ada yang tidak dirasakan ataupun kalau dirasakan lemah, tapi alangkah baiknya apabila ada kesiapan terutama sudah menyiapkan bagaimana kondisi rumah cukup tahan terhadap gempa," kata dia.
Menurutnya, persiapan bisa dilakukan mulai dari menyiapkan jalur evakuasi yang aman hingga menyediakan tempat berlindung saat terjadi gempa.
"Kesiapan sebelum kejadian gempa, perabotan yang kira-kira labil mudah roboh dan berat agar jangan ditempatkan pada posisi kita sedang tidur atau sedang bekerja."
"Dan siapkan juga tempat perlindungan, apabila rumah atau gedung beberapa lantai, siapkan tempat perlindungan apabila terjadi goyangan, sebelum nantinya lolos keluar untuk lari."
"Akses jalur evakuasi itu jangan terhalang apapun, kalau ada barang yang kokoh untuk berlindung seperti di kolong meja, jangan digunakan untuk menyimpan sesuatu," pungkas Dwikorita.
Gempa di Banten
Sebelumnya diberitakan, gempa berkekuatan M 6,7 SR terjadi di Selat Sunda, pada Jumat (14/1/2022) pukul 16.05.41 WIB.
Catatan awal BMKG tentang gempa di Banten ini menunjukkan gempa berkekuatan M 6,7 SR dengan kedalaman 10 km.
"Info Gempa Mag:6.7, 14-Jan-22 16:05:41 WIB, Lok:7.01 LS, 105.26 BT (52 km BaratDaya SUMUR-BANTEN), Kedlmn:10 Km," tulis akun Instagram @infobmkg.
Namun, setelah dianalisis lagi, menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 6,6 SR.
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,21° LS ; 105,05° BT , atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 132 km arah Barat Daya Kota Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Banten pada kedalaman 40 km.
Menurut BMKG, gempa tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," ungkap Dwikorita.
Sejumlah rumah di wilayah Banten dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa tersebut.
Riwayat Gempa Selat Sunda
BMKG mencatat, gempa besar di Selat Sunda bukan kali ini saja terjadi.
Sebelumnya, gempa besar bahkan menyebabkan tsunami juga pernah terjadi di Selat Sunda.
Berikut sejarah gempa bumi merusak di Selat Sunda, yang disampaikan BMKG dalam rilis Jumat (14/1/2022).
-4 Mei 1851: Di Teluk Betung dan Selat Sunda pasca gempa kuat teramati tsunami setinggi 1,5 m.
-9 Januari 1852. terjadi gempa kuat selanjutnya terjadi tsunami kecil.
-27 Agustus 1883 – Terjadi tsunami dahsyat di atas 30 meter akibat erupsi Krakatau
-23 Februari 1903 terjadi gempa M7,9 berpusat di selatan Selat Sunda yang merusak di Banten
-26 Maret 1928 terjadi tsunami kecil yang teramati Selat Sunda pasca gempa kuat.
-22 April 1958. terjadi gempa kuat di Selat Sunda diiringi dengan kenaikan permukaan air laut/tsunami.
-22 Desember 2018. Selat Sunda dilanda tsunami akibat longsoran Gunung Anak Krakatau
-2 Agustus 2019 terjadi gempa M7,4 yang merusak di Banten dan berpotensi tsunami.
Sejarah Gempa di Selat Sunda, Banten

(Tribunnews.com/Tio)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul BMKG: Aktivitas Gempa di Pulau Jawa Meningkat dalam 30 Hari Terakhir, Pemda Harus Waspada, https://www.tribunnews.com/nasional/2022/01/14/bmkg-aktivitas-gempa-di-pulau-jawa-meningkat-dalam-30-hari-terakhir-pemda-harus-waspada?page=all