Breaking News:

Sosok Viral

Kisah Egi Yohanes Bahur, Bocah yang Rawat Ibunya Gangguan Jiwa Seorang Diri, Bekerja Serabutan

Di usianya yang masih duduk di bangku SMP, Egi harus membagi waktu antara bersekolah, bekerja, dan menjaga ibunya yang mengalami sakit kejiwaan.

(KOMPAS.com/MARKUS MAKUR)(KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR)
Kakak Beradik di Kampung Jengok, Desa Bangka Kantar, Kec. Borong, NTT, Jumat, (7/1/2022). Mama mereka derita jiwa dan ayah mereka sudah meninggal dunia. Kakak beradik ini membiayai hidup didalam rumah mereka. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut ini kisah Egi Yohanes Bahur, bocah 13 tahun dari Kampung Jengok, Desa Bangka Kantar, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur.

Egi Yohanes Bahur harus rela kehilangan waktu bermain bersama teman-teman sebayanya.

Pasalnya di usianya yang masih duduk di bangku SMP, Egi harus membagi waktu antara bersekolah, bekerja, dan menjaga ibunya yang mengalami sakit kejiwaan.

Baca juga: Berawal dari Empati ke Anak Penyandang Kanker, Pria Ini Akhirinya Jadi Cosplayer Spiderman di Manado

Ibunya yang berinisial MN selalu berbicara sendiri dan mencurigai orang-orang yang datang ke rumah.

Seperti saat ditemui di rumahnya, Jumat (7/1/2022), Egi rupanya baru pulang dari bekerja mengangkat batu bata di rumah tetangga.

"Tadi setelah pulang sekolah, saya ada kerja angkat batu bata di rumah salah satu warga di sini," katanya kepada Kompas.com.

Ayah meninggal, kakak sudah pindah

Sebetulnya Egi memiliki enam orang kakak, namun mereka sudah pindah dari rumah tersebut.

Sejak ayahnya meninggal, Egi tinggal bersama seorang kakak, yaitu Linda yang duduk di bangku SMK.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved