Breaking News:

Tambang di Boltim

Kesaksian Saprianto Manoppo Tentang Lubang Tambang di Mintu Boltim: Saya Sulit Bernafas

Ia terlibat langsung dalam evakuasi jenazah dua korban yang terjebak dan meninggal di lubang tambang yang berlokasi di Perkebunan Mintu.

Penulis: Rustaman Paputungan | Editor: Rizali Posumah
Istimewa.
Kecelakaan kerja di Lokasi tambang ilegal Mintu di Desa Atoga Timur 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Saprianto Manoppo memberikan kesaksian terkait keadaan di dalam lubang tambang tempat Alan Mokoagow dan Ronal Rawung meninggal dunia, Kamis (13/1/2022).

Saprianto adalah kerabat Alan Mokoagow.

Ia terlibat langsung dalam evakuasi jenazah dua korban yang terjebak dan meninggal di lubang tambang yang berlokasi di Perkebunan Mintu, Desa Atoga, Kecamatan Motongkad, Boltim itu.

Kepada tribunmanado.co.id Saprianto Manoppo menuturkan, kondisi lubang cukup rawan.

"Yang masuk ke dalam lubang untuk mengevakuasi korban saya dan adik korban, Rico Mokoagow. Rico yang mengikat jenazah korban," ucapnya.

Waktu pertama masuk di dalam lubang dengan kedalaman 6 meter itu, matanya langsung terasa perih. 

Bahkan dirinya merasa kesulitan bernapas. 

"Rasanya seperti lumpuh," ujar Rico. 

Untung, kata dia, saat itu dirinya berusaha untuk tetap sadar dan keluar untuk bilang ke teman-teman yang ada di atas agar menambah peralatan. 

"Saya langsung bergegas keluar dan mengatakan harus ditambah blowernya. Karena memang waktu itu alat blower cuma tiga buah, maka ditambah tiga lagi biar menjadi enam," terang dia. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved