Breaking News:

Berita Tomohon

Tidak Terima Anaknya Ditegur, SP Aniaya Keluarga Kandung Serta Adik Ipar

Sebanyak tiga orang anggota keluarga menjadi korban penganiayaan dari SP (37) yang merupakan anggota keluarga dari ketiga korban itu sendiri

Penulis: Andreas Ruauw | Editor: Chintya Rantung
Ist/Polda sulut
Tersangka kasus penganiayaan di Tomohon 

TRIBUNMANADO,CO.ID, Manado - Sebanyak tiga orang anggota keluarga menjadi korban penganiayaan dari SP (37) yang merupakan anggota keluarga dari ketiga korban itu sendiri yang tidak lain adalah ayah, adik dan adik ipar.

Hal ini dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, Rabu (12/1/2021) ia mengatakan penganiayaan tersebut dilakukan tersangka terhadap ayah, adik dan adik ipar tersangka.

"Aksi penganiayaan itu dilakukan SP pria yang berprofesi sebagai buruh asal Kelurahan Tumatangtang Satu Kecamatan Tomohon Selatan, pada Selasa (11/1/2022) sore," ujar Jules.

Penangkapan dilakukan setelah polisi menerima laporan dari para korban, tersangka SP langsung dijemput Tim Totosik selanjutnya diamankan di Mako Polres Tomohon.

Lanjutnya Kabid Humas, diketahui kejadian bermula saat anak dari tersangka dan anak dari adik tersangka Valen Pemba (32) sedang bermain.

Karena hujan dan takut terpeleset, korban Valen Pemba menegur dan memukul dengan tangannya masing-masing sebanyak satu kali terhadap kedua anak tersebut.

Anak kandung dari tersangka selanjutnya menangis dan langsung mengadu kepada tersangka.

Mendengar aduan dari anaknya, tersangka langsung berjalan menuju ke korban Valen Pemba dan melempar piring serta vas bunga ke arah Valen Pemba yang sementara mengupas kelapa.

Tersangka kemudian memukul korban dengan menggunakan tangan ke arah wajah korban, sehingga terjadi saling pukul dan tarik menarik antara tersangka dan korban.

Beberapa saat kemudian datang adik tersangka Jeiny Nayoan (26) dengan maksud untuk melerai.

Namun justru ia kena pukul oleh tersangka dengan menggunakan sapu lidi yang bergagang kayu berulang-ulang.

Melihat situasi tersebut, ayah tersangka bernama Jemmy Pemba (60) datang dan mencoba melerainya.

Justru tersangka meresponnya dengan menghantamkan helm ke arah kepala korban sehingga mengakibatkan lelaki Jemmy Pemba jatuh ke lantai dan pingsan.

“Kini tersangka sudah berada di Mako Polres Tomohon untuk proses hukum lebih lanjut,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Baca juga: Kondisi Tukul Arwana Kini Terungkap, Video Kebersamaan dengan Anaknya Viral, Tuai Doa

Baca juga: Jadwal Kapal dari Pelabuhan Manado Rabu 12 Januari 2022, Ada Tujuan Tahuna hingga Jailolo

Baca juga: Berikut ini Kombinasi Vaksin Booster Covid-19 untuk Masyarakat Umum

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved