Breaking News:

Berita Sulut

KPU Sulut Persiapan Pemilu 2024, Minta 'Back Up' Kejaksaan Tinggi

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulut mengadakan audiensi dengan pimpinan Kejaksaan Tinggi.

Penulis: Ryo_Noor | Editor: Chintya Rantung
IST/KPU Sulut
Ketua KPU Sulut Ardiles Mewoh bersua Plt. Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut Fredy Runtu didampingi jajaran pejabat di lingkungan Kejati. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulut mengadakan audiensi dengan pimpinan Kejaksaan Tinggi.

Pertemuan yang berlangsung, Selasa (11/1/2022) dalam rangka persiapan KPU menghadapi Pemilu 2024

Ketua KPU Sulut Ardiles Mewoh bersua Plt. Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut Fredy Runtu didampingi jajaran pejabat di lingkungan Kejati.

Dalam pertemuan tersebut Ardiles Mewoh menyampaikan pelaksanaan tahapan pemilu dan pemilihan tahun 2024 akan melibatkan Kejati Sulut terkait dengan kajian dan penanganan permasalahan hukum serta advokasi terkait perkara perdata, Tata Usaha Negara dan sengketa hasil di Mahkamah Konstitusi.

Hal ini karena keberadaan kejaksaan sebagai jaksa pengacara negara dan tupoksi kejaksaan yang berhubungan dengan persoalan hukum dalam tahapan pemilu dan pemilihan.

Menurut Ardiles Mewoh, KPU Sulut ke depan dalam pelaksanaan tahapan pemilu dan pemilihan 2024 yang kompleks, akan menghadapi berbagai potensi tantangan dalam melaksanakan pemilu dan pemilihan, oleh karena itu dibutuhkan hubungan yang harmonis dan komunikatif.

"Itulah sebabnya dibutuhkan koordinasi dengan setiap stakeholder, dan hari ini kita memulainya dengan Kejaksaan Tinggi Sulut," ungkap Ardiles Mewoh

Lanjut Ketua KPU, kerja sama dengan pihak Kejati ini akan diimplementasikan lebih lanjut dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS) jika tahapan pemilihan telah berlangsung.

"Nanti kita lihat apakah PKS tersebut dalam bentuk perpanjangan terhadap PKS yang telah ada sebelumnya ataukah dalam bentuk yang baru," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui sejak penyelenggaraan pemilu 2019 dan pilkada 2020, kerjasama KPU dan kejaksaan selalu dituangkan dalam perjanjian kerja sama antara kedua belah pihak.

Plt Kajati Sulut, Fredy Runtu menyambut baik inisiatif KPU Sulut tersebut. Fredy Runtu mengaku pernah menjalankan tugas sebagai Panwaslu tersebut. Ia pun menegaskan tugas KPU sangat berat apalagi dalam menghadapi kompleksitas pemilu serentak yang menggabungkan pemilu legislatif, pilpres dan pilkada di tahun yang sama.

Fredy Runtu berharap ketika tahapan dimulai KPU cepat memberikan informasi dan menjaga proses komunikasi dengan setiap stakeholder termasuk pihak kejaksaan, agar pihaknya dapat terlibat sesuai kewenangan yang ada dalam menyukseskan Pemilu 2024 sebagai agenda nasional yang harus disukseskan bersaama.

Ardiles Mewoh di kesempatan itu menyerahkan paket buku Pilkada 2020 yang terdiri dari 18 judul buku yang diterima Plt Kajati Sulut Freddy Runtu .

Plt Kajati Sulut mengapresiasi penulisan buku tersebut. Menurut Runtu hal tersebut merupakan salah satu indikator akuntabilitas publik terhadap tugas penyelenggaraan pilkada 2020.

Turut hadir dalam audiensi ini Komisioner KPU Sulut, yakni Meidy Tinangon dan Lanny A Ointu, bersama dengan Sekretaris KPU Sulut Pujiastuti didampingi Kabag Keuangan, Umum dan Logisitik Meidy Malonda. (ryo)

Baca juga: Jakarta, Bandung dan Surabaya Akan Hujan Siang Ini Rabu 12 Januari 2022, Info Prakiraan Cuaca BMKG

Baca juga: Hari Ini Rabu 12 Januari 2022 Cuaca Ekstrem Akan Terjadi di 27 Daerah, Berikut Info BMKG, Cek Daftar

Baca juga: Polisi Dalami Praktik Jual Beli Vaksin Booster Ilegal, Pemerintah Tak Terlibat Peredaran

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved