Breaking News:

Tribun Manado Travel

Kedai Kopi Tradisional Masih Bertahan di Manado, Pengamat Sosial: Suasananya Lebih Akrab dan Hangat

Di tengah maraknya kedai kopi modern di Manado, Sulawesi Utara (Sulut) kedai kopi tradisional masih terus eksis.

Penulis: Isvara Savitri | Editor: Chintya Rantung
istimewa
Prof Dr Ferdinand Kerebungu MSi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Di tengah maraknya kedai kopi modern di Manado, Sulawesi Utara (Sulut) kedai kopi tradisional masih terus eksis.

Meskipun bukan daerah utama penghasil kopi, masyarakat Sulut merupakan penggemar kopi khususnya Robusta.

"Biasanya orang di sini menyebut kopi kampung. Kopi kampung itu cita rasanya berbeda dengan kopi-kopi kemasan pabrik," jelas Pengamat Sosial Ferdinand Kerebungu ketika dihubungi Tribunmanado.co.id, Rabu (12/1/2022).

Menurut Ferdinand, kopi memiliki banyak manfaat jika dilihat dari aspek sosial.

Misalnya saja ketika berkunjung ke rumah saudara, tetangga, atau teman biasanya kita disuguhkan secangkir kopi panas.

Di tengah menyeruput kopi panas, timbul perbincangan hangat di dalamnya.

"Jika kita minum kopi ramai-ramai akan lebih terasa keakrabannya, jadi kopi itu minuman pergaulan atau minuman kekeluargaan," tambah Ferdinand.

Tak hanya di rumah, minum kopi di kedai kopi tradisional membuat suasana kekeluargaan lebih terasa jika dibandingkan di kedai kopi modern.

"Kalau di kedai kopi modern rasanya lebih formal dan dibatasi oleh waktu. Sedangkan di kedai kopi tradisional rasa keakraban sangat terasa dan bisa ngobrol lama bahkan ada yang sampai minta tambah kopi," ujar Ferdinand.

Hal inilah yang membuat kedai kopi tradisional masih terus bertahan di tengah bermunculannya kedai kopi modern.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved