Breaking News:

Bacaan Alkitab

Bacaan Alkitab Rabu 12 Januari 2022, 1 Timotius 5:20 : Tegoran yang Konstruktif

Tapi kenapa rasul Paulus menasihati Timotius untuk menegor orang berdosa di depan semua orang? J

Editor: Aldi Ponge
Istimewa
Renungan Harian Kristen 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Upah dosa ialah maut. Semua orang telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Tak ada satupun yang tidak berdosa. Siapa yang mengaku tidak berdosa, justeru dia sementara mengakui dosanya dan dia adalah seorang pembohong. Karena itu, sesungguhnya semua umat manusia layak dihukum.

Tapi syukur kepada Allah, oleh kasih-Nya yang sempurna, Dia mengaruniakan Anak-Nya yang Tunggal, Tuhan kita Yesus Kristus, sehingga oleh pengorbanan-Nya di atas Kayu Salib, kita diselamatkan, mendapat belas kasihan, pengampunan dan kehidupan yang layak di hadapan-Nya. Karena itu kita harus bertobat dari dosa dan hidup dalam terang firman-Nya.

Tapi kenapa rasul Paulus menasihati Timotius untuk menegor orang berdosa di depan semua orang? Jelaslah bahwa yang dimaksudkan Paulus terkait dengan sikap prilaku hidup sejumlah orang di zaman jemaat mula-mula yang sengaja melakukan penyesatan kepada orang Kristen. Akibat penyesatan itu, ada jemaat yang terpengaruh dan turut menjadi sesat, sehingga bersama-sama menjadi penyesat.

Terhadap orang-orang yang demikian, Paulus meminta Timotius untuk bertindak tegas dengan menegor mereka di depan orang banyak. Maksudnya supaya ada efek jera, baik bagi yang bersangkutan maupun jemaat atau orang lainnya.

Demikian firman Tuhan hari ini.
"Mereka yang berbuat dosa hendaklah kautegor di depan semua orang agar yang lain itu pun takut." (ay 20)

Efek jera yang dimaksudkan Paulus adalah agar mereka tahu dan sadar akan dosanya dan bertobat. Sedangkan seluruh jemaat akan tahu apa saja kesalahan mereka, agar mereka takut melakukan kesalahan yang sama.

Kata Pengamsal, "Lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi." (Amsal 27:5). Tegoran itu adalah peringatan, untuk kebaikan baik bagi pelaku maupun semua jemaat untuk selalu mawas diri dan tidak terjebak dalam perbuatan dosa.

Tegoran itu bukanlah penghakiman dan hukuman. Tapi merupakan suatu bagian dari proses untuk hidup yang lebih baik, yang berkenan kepada Tuhan. Gol dari tegoran adalah untuk kebaikan. Sebab tegoran itu bersifat konstruktif (membangun) dan restoratif (membaharui) kehidupan kita.

Jadi tegoran secara terbuka itu adalah untuk pertobatan dan peringatan. Tegoran juga merupakan perwujudan dari kasih yang nyata kepada sesama. Kata firman Tuhan, "Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!" (Wahyu 3:19)

Sahabat Kristus, agar kita tidak ditegor dan agar kita tidak jatuh ke dalam dosa, maka hiduplah dalam pertobatan. Dengarkanlah tegoran yang bersumber dari firman Tuhan, dan bertobatlah.

Bukankah Tuhan selalu dan terus menegor kita dari dosa kita, karena firman Tuhan terus ada mengingatkan kita. Maka bertobatlah. Jeralah dari segala dosa kita. Hiduplah menurut kehendak-Nya dan lakukanlah segala pengajaran dan teladan Kristus dalam setiap jejak langkah hidup kita.

Kita semua sudah berdosa, karena itu bertobatlah. Biarlah ada efek jera dalam hidup kita, sehingga terus berubah menjadi pribadi dan keluarga yang hidup berkenan kepada Kristus dan senantiasa memuliakan nama-Nya yang kudus dan agung selamanya. Amin

Doa: Tuhan Yesus, kasihanilah dan ampunilah kami dari segala dosa kami. Mampukan kami hidup dalam pertobatan di hadapan-Mu. Sertailah dan berkatilah kami serta pakailah untuk jadi berkat bagi sesama. Amin

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved