Breaking News:

Digital Activity

Menjadi Pejuang Beasiswa Sejak Pendidikan Sarjana, Adi Sarankan Jangan Menyerah

"Waktu kuliah sarjana semester satu sampai empat di Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Negeri Manado masih dibiayai orangtua."

Penulis: Isvara Savitri | Editor: Rizali Posumah
Dokumentasi Tribun Manado.
Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata (STP) Manado Nardiansyah Kamumu 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Memiliki passion di dunia pendidikan tentu adalah hal yang positif.

Hal inilah yang kemudian memotivasi Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata (STP) Manado Nardiansyah Kamumu untuk sekolah hingga ke jenjang S3 menggunakan beasiswa.

"Waktu kuliah sarjana semester satu sampai empat di Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Negeri Manado masih dibiayai orangtua.

Lalu saat semester lima ingin mencoba apply beasiswa atau mendapatkan nilai yang baik supaya bisa meraih beasiswa PPA," terang Adi dalam acara Tribun Sosok: Pejuang Beasiswa, Selasa (11/1/2022).

Impiannya pun terwujud, saat masih menempuh pendidikan sarjana Adi mendapatkan beasiswa PPA selama empat semester yaitu semester lima hingga delapan.

Setelah mendapatkan gelar sarjana, Adi tidak langsung mencari pekerjaan tetap.

Ia sempat mengikuti Program Sarja Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T).

Program itu diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerjasama dengan beberapa Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), salah satunya UNIMA.

Setelah mengikuti Program SM3T, Adi mendapatkan beasiswa dari DIKTI untuk melanjutkan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) selama satu tahun.

"Kuliah satu tahun rasanya seperti empat tahun karena tugas kuliah yang padat, praktik mengajar selama tiga bulan, dan mengerjakan tugas akhir," sambung Adi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved