Breaking News:

Berita Sulut

Gubernur Olly Dondokambey Siapkan Vaksin Booster Sasar Guru, Persiapan Pembelajaran Tatap Muka

Gubernur Sulut, Olly Dondokambey menyiapkan kebijakan baru terkait vaksin booster atau penyuntikan dosis ketiga vaksin Covid-19.

Penulis: Ryo_Noor | Editor: Chintya Rantung
Tribun manado / Ryo Noor
Gubernur Sulut Olly Dondokambey 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Gubernur Sulut, Olly Dondokambey menyiapkan kebijakan baru terkait vaksin booster atau penyuntikan dosis ketiga vaksin Covid-19.

Vaksin booster kali ini bakal menyasar para guru, setelah sebelumnya disuntikan ke para tenaga kesehatan.

"Kita akan tunggu kalau sudah diizinkan booster ke 3 kita akan lakukan booster untuk guru dan lain lain," kata dia kepada tribunmanado.co.id, Jumat (7/1/2022)

Olly Dondokambey mengatakan akan menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah pusat, seperti diketahui vaksin booster akan mulai menyasar masyarakat per 12 Januari 2022.

Olly Dondokambey punya alasan khusus vaksin booster lebih dulu menyasar guru, ini untuk menunjang pembelajaran tatap muka.

"Kita tunggu rapat terakhir pemerintah pusat. Karena memang perlu belajar tatap muka untuk meningkatkan pendidikan yang ada," ungkap Mantan Anggota DPR RI.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memutuskan bahwa pemerintah akan memulai program vaksinasi Covid-19 dosis ketiga (booster) pada 12 Januari 2022 mendatang. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, vaksin tersebut akan diberikan kepada masyarakat berusia 18 tahun ke atas yang telah mendapatkan vaksin dosis kedua dengan jangka waktu lebih dari enam bulan.

“Vaksinasi booster ini juga akan diberikan dengan jangka waktu di atas enam bulan sesudah dosis kedua. Kita identifikasi ada sekitar 21 juta sasaran di bulan Januari yang sudah masuk ke kategori ini,” ujar Menkes dalam keterangannya di Kantor Presiden, Jakarta, pada Senin, 3 Januari 2022, usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo.

Budi mengatakan bahwa vaksinasi booster akan diberikan kepada kabupaten/kota yang capaian vaksinasinya telah memenuhi kriteria 70 persen dosis pertama dan 60 persen dosis kedua.

“Jadi sampai sekarang ada 244 kabupaten kota yang sudah memenuhi kriteria tersebut,” ucap Menteri Kesehatan.

Menkes menuturkan, pemerintah telah mengamankan stok vaksin booster sekitar 113 juta dosis vaksin dari total kebutuhan sebanyak 230 juta dosis. Terkait jenis vaksin yang akan digunakan, akan diputuskan setelah adanya rekomendasi dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Jenis booster-nya nanti akan kita tentukan ada yang homolog atau jenisnya sama, ada yang heterolog jenis vaksinya berbeda. Ya mudah-mudahan nanti akan bisa segera diputuskan tanggal 10 sudah keluar rekomendasi dari ITAGI dan BPOM,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Menkes kembali mengingatkan untuk terus mempercepat vaksinasi dan menghabiskan stok vaksin dosis pertama dan kedua yang telah tersedia, terutama bagi provinsi yang belum mencapai target capaian vaksinasi.

“Kemarin di akhir tahun baru yang perlu masih di kejar adalah Kalimantan Barat, Sumatera Barat, Aceh, Sulawesi Barat, Maluku, Papua Barat dan Papua. Itu adalah provinsi-provinsi yang belum sampai 70 persen dosis pertama,” ucap Menkes. (ryo)

Baca juga: Jadwal Kapal dari Pelabuhan Manado Jumat 7 Januari 2022, Tujuan Ambon Rp 550 Ribu

Baca juga: Ahok Dituding Lakukan 7 Kasus Korupsi Ini, Laporannya Sudah Masuk ke KPK

Baca juga: Kecelakaan Maut Pukul 17.51 WIB, Satu Orang Tewas Usai Pajero Menabrak Truk, Diduga Tak Jaga Jarak

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved