Breaking News:

Berita Sulut

Tim Kuasa Hukum Mantan Bupati Talaud Sri Manalip Tuding KPK Lindungi Ketiga Mantan Ketua Pokja

Mantan Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip (SWM) telah mengikuti sidang pembelaan (pledoi) di Pengadilan Negeri (PN) Manado

Penulis: Isvara Savitri | Editor: Chintya Rantung
Isvara Savitri/Tribun Manado
Sidang pembacaan pembelaan (pledoi) dugaan kasus gratifikasi pembangunan infrastruktur di Kepulauan Talaud periode 2014-2019 dengan terdakwa Mantan Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip di Pengadilan Negeri Manado, Kamis (6/1/2022). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Mantan Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip (SWM) telah mengikuti sidang pembelaan (pledoi) di Pengadilan Negeri (PN) Manado yang terletak di Kompleks Pengadilan Terpadu, Jalan Adipura Raya, Kima Atas, Mapanget, Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (6/1/2022).

Sidang dugaan kasus gratifikasi pembangunan infrastruktur di Kepulauan Talaud periode 2014-2019 ini dipimpin oleh Majelis Hakim Djamaludin Ismail, Muhammad Alfi Sahrin Usup, dan Hakim Ad Hoc Edy Darma Putra.

Dalam sidang tersebut, Tim Kuasa Hukum Sri Manalip yang dipimpin oleh Eduard Manalip mengatakan bahwa tiga Mantan Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Kepulauan Talaud periode 2014-2017 John Mayampo, Azaria Mahatui, dan Frans Lua turut menikmati commitment fee yang diberikan oleh para kontraktor yang sengaja dimenangkan.

"Tidak adil jika terdakwa SWM hanya dijadikan terdakwa tunggal, tidak bersama-sama ketiga Mantan Ketua Pokja," ujar Eduard.

Menurut Eduard, dalam pengajuan pembangunan proyek infrastruktur tersebut, ada kontraktor yang langsung menghubungi Sri namun ada juga yang menghubungi ketiga Mantan Ketua Pokja.

"Jika ada yang menghubungi terdakwa langsung, ia (terdakwa, -red) meminta calon kontraktor untuk menghubungi Pokja," tambah Eduard.

Tim Kuasa Hukum menilai jika tidak ada Pokja, maka para kontraktor tidak akan lolos mendapatkan proyek.

Selain itu, berdasarkan keterangan empat saksi yang meringankan yang pernah dihadirkan oleh Tim Kuasa Hukum, Sri memiliki jumlah dan sumber harta kekayaan yang jelas.

Harta-harta kekayaan tersebut jelas dari penghasilannya sendiri, pemberian dari orangtua berupa tanah, serta pendapatan sang suami Armindo Pardede yang merupakan Hakim Tinggi di Pengadilan Tinggi Manado.

Tim Kuasa Hukum Sri Manalip menilai Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melindungi ketiga Mantan Ketua Pokja John Mayampo, Azaria Mahatui, dan Frans Lua.

"Kami menilai KPK melindungi ketiga Mantan Ketua Pokja karena tidak menjadikan mereka sebagai tersangka," pungkas Eduard.(*)

Baca juga: Kabar Roro FItria Setelah Menikah dengan Andre Irawan, Sempat Ngambek ke Suami karena Hal Ini

Baca juga: Arti Mimpi Dikejar Polisi, Ternyata Punya Makna Berbeda-beda, Ini Tafsirannya

Baca juga: Ketua KOPRI Polteknik Manado Prihatin Terhadap Kasus Kekerasan dan Pelecehan di Tengah Covid-19

 

 

 

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved